Hobi Pindah D ke N saat Jalan? Ini Risiko Transmisinya
- 21 Jun 2026 05:38 WIB
- Surakarta
RRI.CO.ID, Surakarta: Banyak pengemudi mobil matic memiliki kebiasaan memindahkan tuas transmisi dari posisi D (Drive) ke N (Neutral) ketika mobil masih melaju, terutama saat menghadapi turunan panjang atau kondisi lalu lintas yang macet. Alasannya beragam, mulai dari ingin menghemat bahan bakar hingga merasa mesin menjadi lebih ringan. Namun, benarkah kebiasaan ini aman dilakukan untuk transmisi matic, baik tipe CVT maupun konvensional?
Secara teknis, memindahkan transmisi dari D ke N ketika mobil masih berjalan sebenarnya tidak langsung membuat transmisi jebol. Pada mobil modern, sistem transmisi memang dirancang memiliki fitur proteksi tertentu agar perpindahan posisi tersebut tidak langsung merusak komponen internal. Namun, jika kebiasaan ini terlalu sering dilakukan, terutama dalam kecepatan tinggi, dampak jangka panjangnya tetap bisa mempercepat keausan beberapa komponen transmisi.
Pada transmisi otomatis konvensional yang menggunakan torque converter, perpindahan dari D ke N saat mobil melaju membuat hubungan antara mesin dan roda terputus. Ketika pengemudi kembali memasukkan tuas ke posisi D dalam kondisi kecepatan masih tinggi, transmisi harus kembali menyesuaikan putaran internal secara mendadak. Jika dilakukan terus-menerus, hentakan kecil yang terjadi bisa mempercepat ausnya clutch pack, valve body, hingga oli transmisi menjadi lebih cepat panas.
Sementara pada transmisi CVT, efeknya bisa lebih sensitif lagi. CVT bekerja menggunakan pulley dan steel belt yang membutuhkan tekanan hidrolik stabil agar rasio transmisi tetap optimal. Saat posisi N dipilih ketika mobil berjalan, tekanan dan pengaturan rasio bisa berubah secara tiba-tiba. Ketika kembali ke posisi D, sistem harus bekerja ekstra untuk menyamakan putaran pulley dengan kecepatan kendaraan. Dalam jangka panjang, kebiasaan ini dapat mempercepat keausan belt CVT serta menurunkan performa perpindahan rasio.
Selain potensi mempercepat keausan transmisi, kebiasaan memindahkan ke posisi N saat mobil melaju juga dapat mengurangi engine brake. Banyak pengemudi tidak menyadari bahwa engine brake pada mobil matic sangat membantu menjaga kestabilan kendaraan, terutama saat melewati jalan menurun. Ketika transmisi berada di posisi N, mobil hanya mengandalkan rem kaki sehingga risiko rem overheat menjadi lebih besar, terutama di perjalanan jauh atau medan pegunungan.
Ada juga anggapan bahwa memindahkan ke posisi N saat melaju bisa membuat konsumsi BBM lebih irit. Faktanya, pada banyak mobil modern dengan sistem injeksi elektronik, posisi D justru memungkinkan ECU memutus suplai bahan bakar saat deselerasi. Artinya, mobil tidak selalu lebih hemat ketika berada di posisi N. Bahkan, pada beberapa kondisi, konsumsi BBM justru bisa lebih boros karena mesin harus menjaga putaran idle secara terus-menerus.
Ko Lung Lung Founder Dokter Mobil Indonesia menambahkan sebenarnya tidak masalah apabila memindahkan gear transmisi dari D (Drive) ke N (Neutral) ketika posisi mobil masih melaju. Sebab ketika perpindahan ke gear N komponen solenoid akan lepas. Namun tidak berlaku sebaliknya ketika posisi sedang melaju cukup kencang memindahkan transmisi dari N ke D, karena akan menyebabkan kopling menjadi selip di dalam.
(Ihsan Ramadhana)
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....