Rutan Surakarta dan Erick Estrada Ciptakan Film Bernuansa Kehidupan Napi
- 26 Apr 2026 00:12 WIB
- Surakarta
RRI.CO.ID, Surakarta - Rumah Tahanan (Rutan) Kelas I Surakarta berkolaborasi dengan Erick Estrada membuat film bernuansa kehidupan narapidana (Napi) dan pesan dari dalam penjara. Film ini memiliki keunikan sendiri karena dibintangi langsung para narapidana Rutan Kelas I Surakarta.
Pada Gala Premier di Rutan Kelas I Surakarta, Sabtu, 25 April 2026, film dengan judul NAPI: Pesan dari Dalam ini ditonton langsung Wakil Wali Kota Surakarta, Astrid Widayani, Forkopimda hingga Kepala Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Pemasyarakatan (Ditjenpas) Jawa Tengah.
Ditemui setelah Gala Premier, Kepala Rutan Kelas I Surakarta, Bhanad Shofa Kurniawan menceritakan bahwa film ini menceritakan bagaimana kehidupan di rumah tahanan untuk menjadi kilas balik setelah keluar dari penjara.
"Ini adalah produk dari warga binaan dibantu oleh Mas Erick Estrada. Aktornya, pemerannya dan juga rules-nya semua itu dari warga binaan dan Alhamdulillah tadi kita memberikan judul NAPI: Pesan Dari Dalam. Jadi bagaimana kehidupan yang ada di rutan ini, menjadi kilas balik kembali sebagai manusia seutuhnya," kata Bhanad Shofa Kurniawan.
Selain memiliki keunikan yang diperankan oleh warga binaan Rutan Kelas I Surakarta, film pendek NAPI: Pesan dari Dalam ini juga hanya dibuat selama 24 jam saat proses syutingnya.
Sementara itu, hadir juga dalam Gala Premier, Wakil Wali Kota Surakarta, Astrid Widayani merasa sangat bangga dengan pembuatan film Rutan Kelas I yang berkolaborasi bersama aktor asal Kota Bengawan, Erick Estrada.
"Ini merupakan satu karya yang luar biasa dari Rutan Kelas I Surakarta yang selalu mendukung visi Kota Surakarta, yakni Kota Berbudaya. Slogan Spirit of Java ini harus selalu dikuatkan salah satunya dengan karya-karya seni, karya budaya," ucap Astrid Widayani.
Ditambahkan Astrid, dirinya mengapresiasi film garapan Rutan Kelas I Surakarta bersama Erick Estrada yang tidak hanya menceritakan bagaimana kehidupan para warga binaan, tetapi juga menggambarkan bahwa selalu ada kesempatan kedua bagi para narapidana setelah menjalani hukuman.
"Dengan adanya inovasi karya pendek, film pendek yang menggambarkan kondisi di dalam, tetapi juga menggambarkan harapan-harapan setelah keluar dari rutan nanti warga binaan bisa mendapatkan kesempatan kedua dan kehidupan yang lebih baik," ucapnya menambahkan.
Dalam kesempatan yang sama juga, Erick Estrada yang menyutradarai film ini sendiri merasa sangat bangga. Menurutnya dengan film ini, warga binaan bisa mempunyai semangat baru setelah menjadi aktor dadakan. (JK/MI)
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....