UMKM Solo Raya Tampil di KKI 2026, Catat Omzet Rp3,5 Miliar

  • 25 Agt 2026 09:33 WIB
  •  Surakarta

RRI.CO.ID, Surakarta - Sebanyak 28 UMKM binaan Kantor Perwakilan Bank Indonesia (KPw BI) Solo mengikuti Karya Kreatif Indonesia (KKI) 2026 di Jakarta International Convention Center (JICC), Jakarta, 20–23 Agustus 2026. Keikutsertaan tersebut menjadi upaya memperluas akses pasar sekaligus memperkuat daya saing produk UMKM Solo Raya di tingkat nasional.

KKI 2026 merupakan penyelenggaraan ke-11 yang mengusung semangat “Beudaya Meusare Sare” atau berdaya dan bersama-sama. Kegiatan tersebut diikuti 560 UMKM dalam pameran luring dan lebih dari 1.300 UMKM dalam pameran daring dari berbagai daerah di Indonesia.

UMKM binaan KPw BI Solo membawa beragam produk unggulan Solo Raya dalam pameran tersebut. Selain pameran, KPw BI Solo juga memfasilitasi business matching dengan buyer untuk membuka peluang kerja sama dan memperluas jejaring usaha.

Hingga akhir pelaksanaan KKI 2026, UMKM binaan KPw BI Solo mencatatkan total omzet Rp3.518.542.500. Tiga UMKM Solo Raya dengan omzet terbesar yakni Batik Dwihadi, Bendoro Batik, dan Batik Widayati yang seluruhnya berasal dari Surakarta.

Kepala Perwakilan BI Solo, Dwiyanto Cahyo Sumirat, mengatakan keikutsertaan dalam KKI menjadi bagian dari pembinaan untuk mendorong UMKM berkembang dan naik kelas. Menurutnya, akses terhadap pasar, jejaring usaha, pengetahuan, teknologi, dan peluang kerja sama menjadi manfaat penting selain capaian omzet.

“KKI memberikan ruang yang luas bagi UMKM Solo Raya untuk membawa produk lokal ke panggung nasional. Capaian omzet menjadi salah satu indikator keberhasilan, namun yang tidak kalah penting adalah terbukanya akses terhadap pasar, jejaring usaha, pengetahuan, teknologi, dan peluang kerja sama baru bagi UMKM,” katanya dalam keterangan tertulis, Minggu 23 Agustsu 2026.

Ia berharap manfaat keikutsertaan UMKM Solo Raya dalam KKI tidak berhenti setelah pameran berakhir. Kerja sama dan jejaring bisnis yang terbentuk diharapkan dapat berlanjut dalam jangka panjang.

“Kami berharap setelah KKI selesai, manfaat yang diperoleh UMKM tetap berlanjut, bukan hanya berupa omzet selama pameran, tetapi juga buyer baru, mitra baru, perluasan pasar, dan peningkatan kapasitas usaha,” katanya.

Secara nasional, KKI 2026 mencatat total omzet penjualan dan business matching sebesar Rp144,2 miliar atau meningkat 46 persen secara tahunan. Business matching ekspor mencapai Rp169,9 miliar dengan melibatkan 31 buyer dari 16 negara, sedangkan business matching pembiayaan mencapai Rp285 miliar atau tumbuh 30,3 persen secara tahunan.

Melalui KKI 2026, Bank Indonesia terus mendorong penguatan ekosistem UMKM melalui peningkatan kapasitas usaha, perluasan akses pasar dan pembiayaan, serta akselerasi digitalisasi. Penguatan sinergi dengan pemerintah daerah dan pemangku kepentingan diharapkan membuat UMKM Solo Raya semakin inklusif, adaptif, berdaya saing, dan berkelanjutan.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....