Berkah Agustus, Pedagang Bambu-Bendera di Solo Kebanjiran Pembeli
- 25 Jul 2026 18:42 WIB
- Surakarta
RRI.CO.ID, Surakarta – Kedatangan bulan Agustus selalu menjadi berkah tersendiri bagi para pedagang bambu di Kota Solo. Pasalnya, banyak warga kampung hingga instansi swasta maupun negeri yang membutuhkan bambu untuk pemasangan umbul-umbul dan bendera.
Salah satunya adalah pedagang bambu di kawasan Nayu, Banjarsari, Solo. Mereka mulai melayani pemesanan dari warga tingkat RT/RW hingga instansi yang bersiap menyambut perayaan Hari Kemerdekaan 17 Agustus.
Pedagang bambu, Anik Nur Cahyani, menuturkan bahwa kenaikan permintaan sudah mulai terasa sejak awal Juli. Meski belum mencapai puncak yang signifikan, pesanan terus berdatangan hampir setiap hari.
"Permintaan bambu umbul-umbul sudah mulai terasa merangkak naik, memang belum benar-benar ramai. Tapi hampir setiap hari sudah ada pembeli. Saya harap puncaknya mulai tanggal 1 Agustus, apalagi kalau bertepatan dengan akhir pekan," katanya saat dijumpai RRI, Sabtu 25 Juli.
Menurut Anik, rata-rata sekitar 100 batang bambu untuk umbul-umbul terjual setiap harinya. Pembelian terbesar biasanya berasal dari pengurus RT dan RW yang melakukan pemesanan secara kolektif sebanyak 100–150 batang. Sementara itu, pembeli eceran dari lingkungan warga umumnya membeli 30–35 batang.
Meski permintaan meningkat, harga bambu tidak mengalami kenaikan selama enam tahun terakhir. Harganya tetap bertahan di kisaran Rp10.000 per batang untuk ukuran panjang 5–7 meter dengan diameter 3–5 cm. Pasokan bambu dagangannya tersebut didatangkan dari Pacitan, Salatiga, dan Sragen.
Selain bambu, permintaan bendera Merah Putih dan umbul-umbul di Kota Solo juga mulai menunjukkan peningkatan, meski belum memasuki puncak musim penjualan.
Pedagang bendera asal Tasikmalaya, Jawa Barat, Urik, mengatakan dirinya baru mulai berjualan di kawasan Jalan Bhayangkara, Solo. Ia memperkirakan penjualan akan terus meningkat hingga awal Agustus.
"Kami berjualan bendera musiman selama sekitar 10 tahun bersama rombongan pedagang dari Tasikmalaya. Setiap tahun kami membuka lapak di sejumlah titik, seperti Jalan Bhayangkara, Pasar Nongko, Manahan, hingga Kodim," katanya.

Menurut Urik, produk yang paling banyak dicari adalah umbul-umbul serta bendera Merah Putih berbagai ukuran, baik dari instansi perkantoran, toko, hingga masyarakat umum. Harga bendera yang ditawarkan bervariasi: bendera ukuran kecil untuk dipasang di mobil dibanderol mulai Rp2.000 per lembar, sedangkan ukuran besar Rp7.000 hingga Rp10.000.
Untuk umbul-umbul berukuran besar bagi instansi, harga pasarnya mencapai Rp250.000 per lembar, sedangkan ukuran sedang dijual sekitar Rp40.000.
Berkaca pada penjualan tahun lalu, Urik mengaku omzet hariannya saat musim ramai dapat mencapai Rp500.000 hingga Rp1.000.000. (SF)
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....