Interfex Dorong UMKM Furnitur Solo Tembus Pasar Domestik

  • 10 Jul 2026 06:42 WIB
  •  Surakarta

RRI.CO.ID, Surakarta – Pameran Indonesia Interior and Furniture Exhibition (Interfex) hadir sebagai upaya memperkuat industri furnitur dalam negeri sekaligus membuka peluang lebih luas bagi pelaku UMKM untuk menembus pasar domestik. Kegiatan yang digelar di Tirtonadi Convention Hall tersebut juga menjadi ruang kolaborasi antara pelaku usaha, pemerintah, hingga calon pembeli dari berbagai daerah.

Dalam Program Obrolan Komunitas RRI Surakarta pada Selasa, 7 Juli 2026, Penyelenggara Interfex, Dian Eka Yanto, mengatakan penyelenggaraan pameran perdana ini dilakukan secara mandiri tanpa menggunakan anggaran pemerintah. Menurutnya, seluruh pembiayaan berasal dari peserta dan sponsor yang mendukung kegiatan tersebut.

"Event ini sendiri tidak memberatkan APBD maupun APBN. Jadi murni dari kami mencari peserta maupun sponsor," ujarnya.

Dian menjelaskan, Interfex merupakan kepanjangan dari Indonesia Interior and Furniture Exhibition yang tidak hanya menghadirkan peserta dari Solo, tetapi juga dari Jakarta, Bogor, dan sejumlah kota lain. Berbeda dengan pameran furnitur yang selama ini berorientasi ekspor, Interfex memilih fokus pada penguatan pasar dalam negeri.

"Kita bukan untuk membedakan, tetapi untuk melengkapi. Kalau pameran lain banyak menyasar ekspor, kita fokus di market dalam negeri karena ekosistem kebutuhan furnitur nasional juga sangat besar," katanya.

Melalui pameran ini, pelaku industri furnitur dipertemukan dengan berbagai calon pembeli, mulai dari instansi pemerintah, hotel, hingga pelaku usaha lainnya. Harapannya, produk-produk lokal dapat masuk ke e-Katalog pemerintah sehingga mampu memperkuat industri dalam negeri sesuai kebijakan pemerintah.

Selain pameran utama, rangkaian kegiatan juga diawali dengan Furnifest yang digelar di Sentra IKM Srikayu. Penyelenggara Furnifest, Herawan Kritanto, mengatakan kegiatan tersebut menjadi wadah promosi bagi pelaku usaha furnitur dan home decor lokal.

"Kita mengakomodir teman-teman pelaku usaha furniture dan home decor yang berada di Solo. Dikumpulkan di Sentra IKM Srikayu dan dibuatkan pameran kecil sebagai ajang mengenalkan produk mereka," ucapnya.

Menurut Herawan, tantangan terbesar yang masih dihadapi adalah rendahnya minat masyarakat mengunjungi pameran furnitur karena masih terbiasa mencari mebel langsung ke sentra penjualan. "Promosi pameran furniture ini untuk khalayak umum masih kurang familiar. Jadi pengunjungnya ada, tetapi belum bisa dikatakan maksimal," ujarnya.

Ia juga menambahkan bahwa tren furnitur saat ini mulai bergeser ke produk yang lebih praktis. "Produk multifungsi, portable, minimalis, sampai smart furniture sekarang sedang diminati, terutama oleh keluarga muda dan generasi milenial," katanya.

Sementara itu, Bidang Kerja Sama dan Kolaborasi Solo Entrepreneur Community (SOLEC), Maliyana Nur Wijayanti, menilai Interfex menjadi kesempatan bagi UMKM untuk memperluas pasar sekaligus belajar mengenai peluang pengadaan pemerintah melalui e-Katalog. "Para UMKM diberikan stan gratis untuk berjualan di event Interfex. Mereka juga diajak memahami e-Katalog sebagai peluang agar produknya bisa masuk dan mendapatkan order dari pemerintah," ujarnya.

Menurut Maliyana, respons pelaku UMKM terhadap kegiatan tersebut cukup positif. Selain memperoleh kesempatan berjualan, mereka juga merasakan manfaat karena bertemu pengunjung dari berbagai daerah.

"Mereka sangat senang karena yang dilayani bukan hanya orang Solo, tetapi juga pengunjung dari luar daerah. Harapan saya, acara seperti ini bisa terus menghadirkan orang-orang luar Solo," katanya.

Maliyana juga berharap fasilitas yang dimiliki Pemerintah Kota Surakarta, seperti Sentra IKM Srikayu, semakin dikenal dan dimanfaatkan oleh pelaku UMKM. Menurutnya, masih diperlukan promosi yang lebih masif agar lebih banyak pengusaha mengetahui berbagai fasilitas produksi yang tersedia.

Penyelenggara berharap Interfex dapat menjadi agenda tahunan dengan skala yang semakin besar. Selain memperkuat industri furnitur nasional, pameran ini juga diharapkan mampu meningkatkan kunjungan ke Kota Solo, menggerakkan perekonomian daerah melalui sektor perhotelan, kuliner, dan transportasi, serta membuka peluang kolaborasi yang lebih luas bagi pelaku UMKM menuju pasar nasional hingga internasional.

Sementara itu, SOLEC juga mengajak pelaku UMKM yang belum bergabung dengan komunitas untuk berkolaborasi dan memanfaatkan berbagai program pengembangan usaha. Dengan sinergi antara komunitas, pemerintah, dan pelaku industri, ekosistem UMKM furnitur di Solo diharapkan semakin kuat dan mampu bersaing di pasar yang lebih luas.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....