QRIS di Korea untuk Warga Indonesia
- 03 Apr 2026 20:37 WIB
- Surakarta
RRI.CO.ID, Surakarta - Bank Indonesia dan Bank of Korea secara resmi mengumumkan peluncuran konektivitas pembayaran QRIS antara Indonesia dan Korea Selatan mulai 1 April 2026. Menurut @Good News From Indonesia, masyarakat Indonesia kini dapat melakukan pembayaran langsung di Korea Selatan melalui aplikasi pembayaran lokal tanpa perlu menukar mata uang.
Peluncuran ini menandai langkah baru dalam pengembangan QRIS antarnegara, sekaligus memperluas cakupan sistem pembayaran digital Indonesia di tingkat global. Hal ini juga merupakan bagian dari kolaborasi strategis kedua negara berdasarkan Joint Vision Statement yang telah disetujui oleh pemerintah Indonesia dan Korea Selatan untuk memperkuat integrasi ekonomi digital.
Konektivitas pembayaran ini adalah hasil kolaborasi antara Bank Indonesia dan Bank of Korea. Melalui sistem ini, transaksi dilakukan langsung dengan menggunakan mata uang lokal masing-masing negara.
Pengguna QRIS di Korea Selatan tidak perlu lagi repot menukar uang atau membayar biaya tambahan karena konversi mata uang. Penerapan QRIS lintas negara ini diharapkan dapat mendorong pertumbuhan ekonomi yang inklusif.
Inisiatif ini juga memberikan dukungan kepada UMKM, memperkuat sektor pariwisata, dan membuka peluang baru bagi dunia bisnis. Hingga Februari 2026, jumlah pengguna QRIS telah mencapai 60,77 juta, dengan tren transaksi antarnegara yang terus meningkat, termasuk dengan Malaysia, Thailand, Singapura, dan Jepang.
Inisiatif ini juga merupakan bagian dari kesepakatan strategis yang tercantum dalam Joint Vision Statement (JVS) antara Prabowo Subianto dan Lee Jae Myung yang ditandatangani pada 1 April 2026 di Korea Selatan. Peresmian dilakukan serentak di Indonesia dan Korea Selatan oleh Gubernur BI Perry Warjiyo dan Deputi Gubernur Senior Bank of Korea Sangdai Ryoo.
Kehadiran fitur pembayaran QRIS di Korea Selatan diharapkan dapat semakin memperluas ekosistem pembayaran digital global Indonesia, serta menguatkan konektivitas sistem keuangan internasional yang lebih terintegrasi dan berkelanjutan.
( Syurie Ariandani )
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....