Waspadai Peredaran Uang Palsu Masyarakat Melek 3D Menjelang Lebaran

  • 05 Mar 2026 11:51 WIB
  •  Surakarta

RRI.CO.ID. SURAKARTA - Guna mencegah korban penipuan uang palsu yang rawan beredar menjelang lebaran, masyarakat diminta untuk lebih teliti dalam menerima uang rupiah. Para pelaku usaha, perbankan dan masyarakat sebaiknya menggunakan alat bantu pengecekan seperti sinar ultra violet atau kaca pembesar untuk memastikan pengaman yang ada didalam uang rupiah tersebut. Hal itu diungkapkan Kepala Seksi Pengelolaan Uang Rupiah Kantor Perwakilan Bank Indonesia (KPWBI ) Solo, A. Edi Sutrisno dalam dialog di RRI Rabu 3 Maret 2026 .

Dikatakan Edi, agar terhindar dari peredaran uang palsu juga dapat dilakukan dengan cara 3 D yaitu dilihat , diraba dan diterawang. Unsur 3 D uang dilihat dengan ada warna bergradasi yang cerah tidak pucat . Jika diraba ada tekstur kasar atau disebut cetak Intaglio yaitu pada bagian tertentu seperti gambar utama atau pahlawan ,angka nominal dan tulian Bank Indonesia terasa kasar saat diusap dengan ujung jari. Kemudian 3 D kemudian jika diterawang terlihat benang pengaman watermark yang jika diarahkan kecahaya akan muncul gambar pahlawan.

“Ada gambar tersembunyi yang dari kemiringan tertentu akan terlihat gambar semacam logo bi , ada rektoperso gambar saling isi . Jika diterawang keatas akan terlihat lambing bi yang akan saling mengisi secara presisi . Tdk ada celah membentuk logo bi . Kemudian ada micko teck yang memerlukan kaca pembesar . “ ungkapnya

Menurutnya, ada 12 unsur pengaman di pecahan uang besar. Namun bagi masyarakat awam dengan mengetahui unsur 3D dapat membantu membedakan uang asli atau uang palsu . Sementara terkait dengan kasus peredaran dan percetakan uang palsu yang berhasil diungkap Polres Klaten baru baru ini pihaknya sangat mengapresiasi upaya tersebut. Namun pihaknya akan semakin meningkatkan kewaspadaan agar kejadian tidak terulang kembali. Melakukan pendekatan kepada masyarakat melalui tiga langkah , pertama secara prefentif meningkatkan dengan edukasi publik terkait ciri uang asli melalui kerjasama dengan instansi terkait .

"Di Dinas Pendidikan yang dilakukan di sekolah TK hingga SMA , Mengumpulkan pedagang pasar di Klaten tahun lalu dan Januari kita melakukan goes to school di SMA Klaten ,” ungkapnya .

Mencegah dan mengajari masyarakat minimal mereka mengetahui untuk membentengi dirinya mereka. Kemudian memperkuat kerjasama dengan pendekatan hukum menindak jaringan yang terlibat dengan mendatangkan keterangan ahli baik di kepolisian maupun di Pengadilan.

Sementara semaraknya penukaran uang baru atau pecahan menjelang lebaran, BI menyiapkan layanan penukaran ada keliling kas ritel. Masyarakat dapat melakukan penukaran uang. Kas keliling ritel berada di Masjid Al Aqso di Klaten ,Masjid Agung di Boyolali , Masjid Massani di Karanganyar, Masjid Raya Aktaffa di Sragen serta kas keliling terpadu yang berada di kantor pemkab di Soloraya .

Untuk kas keliling terpadu dibuka pada tanggal 10 dan 12 Maret di Vastenburg Solo . Dengan layanan penukaran yang tersedia diminta masyarakat tidak perlu melakukan penukaran dipinggir jalan. Penukarang uang dapat melalui aplikasi juga go show . Sementara itu ada 40 bank di Solo yang melayani penukaran uang.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....