Ratusan Pedagang Offline Solo Raya Didorong Go Digital Lalui TikTok dan Tokopedia
- 06 Sep 2026 08:49 WIB
- Surakarta
RRI.CO.ID, Surakarta - Sebanyak 150 pelaku usaha dan pedagang offline se-Solo Raya didorong untuk beralih ke pemasaran digital melalui pelatihan jualan online menggunakan platform TikTok dan Tokopedia. Kegiatan tersebut digelar di Hotel Aston Solo dan diikuti pelaku UMKM dari berbagai daerah di Solo Raya.pada Kamis,4 September 2026.
Ketua Tim Penggerak PKK Kota Surakarta, Vanessa Winastesia Respati, mengatakan edukasi digital bagi pelaku UMKM penting dilakukan seiring perkembangan pola pemasaran dan perilaku konsumen di era digital.
Menurutnya, pelaku usaha tidak cukup hanya mengandalkan kualitas produk, tetapi juga perlu memahami strategi pemasaran yang sesuai dengan karakteristik usaha masing-masing.
"Sekarang di era digitalisasi, pelaku usaha harus aware bahwa ke depan kita tidak bisa tutup mata dan tutup telinga untuk tidak mau tahu. Kita juga harus bisa mengikuti perkembangan zaman," kata Vanessa.
Ia mengatakan, pemanfaatan platform digital dapat menjadi salah satu cara bagi pelaku UMKM untuk memasarkan produk secara lebih luas. Dengan demikian, pelaku usaha diharapkan dapat meningkatkan omzet dan pendapatan.
"Kita sebagai pelaku usaha tidak hanya fokus pada produknya atau kualitas produknya saja, tetapi juga bagaimana cara memasarkan yang baik dan sesuai dengan jenis usaha masing-masing," ujarnya.
Vanessa berharap ilmu yang diperoleh peserta dalam pelatihan tersebut dapat diterapkan dalam kegiatan usaha sehari-hari. Jika strategi pemasaran digital sesuai dengan jenis usaha yang dijalankan, peningkatan omzet diharapkan dapat berdampak pada peningkatan pendapatan hingga membuka lapangan pekerjaan baru.
"Harapannya ilmu ini bisa bermanfaat. Syukur-syukur kalau memang ada yang cocok dengan jenis usaha mereka sehingga bisa menaikkan omzet dan pendapatan. Tentunya akan ada efek domino, termasuk menambah lapangan pekerjaan," katanya.
Salah satu peserta, Fitri Istianatun, pedagang di Pasar Klewer, mengaku mengikuti pelatihan karena ingin belajar memanfaatkan TikTok untuk mendukung penjualan. Ia mengaku sebelumnya belum pernah menggunakan TikTok untuk berjualan.
"Saya sendiri ini gaptek, jadi harus belajar. Selama ini di Pasar Klewer sepi pengunjung, jadi kita memang kalah dengan TikTok. Ini saya belajar TikTok benar-benar ingin seperti yang lainnya," ujar Iis sapaan akrabnya.
Iis mengaku selama ini hanya menggunakan TikTok untuk melihat-lihat konten dan berbelanja. Melalui pelatihan tersebut, ia ingin mengetahui cara membuat akun dan memanfaatkan TikTok untuk memasarkan produknya.
Pedagang yang menjual berbagai kebutuhan sandang tersebut mengaku tidak ingin kalah dengan perkembangan teknologi meski harus memulai dari nol.
"Saya mau pemula. Belajar tidak ada kata terlambat. Tetap semangat walaupun sudah tua, tetap harus bisa belajar," katanya.
Istianatun mengatakan dirinya menjual beragam produk di Pasar Klewer, mulai dari daster, hem batik, kain, hingga menerima jasa jahit. Kondisi pasar yang dinilai sepi membuatnya harus mencari berbagai peluang untuk mempertahankan usahanya.
"Semua saya jualan, daster, hem batik, kain, sampai saya menerima ongkos jahit. Karena saking sepinya, apa pun saya jalani. Yang penting saya bisa mengerjakan dengan amanah dan jujur," ujarnya.( SF)
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....