Pemkot Solo Dorong Pelaku UMKM Naik Kelas, Via Transformasi Digital Marketing AI

  • 03 Sep 2026 17:44 WIB
  •  Surakarta

RRI.CO.ID, Surakarta – Sekitar seratus pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) di Kota Solo mengikuti lokakarya transformasi digital marketing dengan memanfaatkan teknologi kecerdasan buatan atau Artificial Intelligence (AI) di Kecamatan Pasar Kliwon, Solo, Kamis 3 September.

Kegiatan tersebut digelar sebagai upaya meningkatkan keterampilan pelaku UMKM dalam memanfaatkan teknologi digital untuk memperluas pemasaran, memahami perilaku konsumen, membangun merek, hingga meningkatkan daya saing usaha. Lokakarya yang diinisiasi Astra Credit Companies (ACC) bersama Komunitas Kerabat UMKM Surakarta tersebut menghadirkan narasumber serta diikuti pelaku UMKM dari Solo Raya.

Wakil Wali Kota Solo, Astrid Widayani, mengapresiasi kegiatan tersebut karena dinilai relevan dengan kebutuhan pelaku UMKM di tengah perkembangan teknologi yang semakin pesat.

Menurutnya, persaingan UMKM saat ini tidak lagi hanya berkaitan dengan kualitas produk, harga, maupun kemasan. Pelaku usaha juga dituntut mampu memanfaatkan teknologi digital untuk memperkenalkan produk dan menjangkau konsumen secara lebih luas.

“Selain bisa memperkenalkan produk, membuat konten yang menarik, memahami konsumen, membangun merek, itu juga penting sampai menentukan strategi pemasaran yang tepat,” ujarnya.

Astrid menjelaskan, AI kini bukan lagi teknologi yang hanya dapat dimanfaatkan perusahaan besar. Pelaku UMKM juga dapat menggunakan AI sebagai alat bantu untuk mempercepat pekerjaan, mencari ide, membuat konsep promosi, hingga menyusun strategi pemasaran.

Menurutnya, teknologi AI bahkan dapat membantu pelaku UMKM menemukan ide konten, membuat kalimat promosi, menyusun caption media sosial, hingga mengenali tren dan karakter konsumen berdasarkan wilayah, usia, genre, maupun segmen pasar.

Astrid mengingatkan pelaku UMKM agar tidak sepenuhnya menyerahkan kreativitas kepada AI. Menurutnya, teknologi tersebut harus diposisikan sebagai alat bantu, sedangkan karakter dan cerita di balik produk tetap menjadi kekuatan utama UMKM.

Sementara itu, Brand Manager Astra Credit Companies (ACC) Cabang Surakarta, Tri Anggoro Setiawan, mengatakan bahwa kegiatan tersebut dilaksanakan dengan melihat besarnya potensi UMKM di Kota Solo dan Solo Raya. Menurutnya, pola masyarakat dalam berbelanja telah mengalami perubahan. Jika sebelumnya transaksi banyak dilakukan secara konvensional, kini pemasaran digital melalui media sosial dan internet menjadi bagian penting dalam pengembangan usaha.

“Digital marketing menjadi salah satu hal yang penting untuk dimanfaatkan kita semua pelaku UMKM yang ada di Solo Raya,” katanya.

Salah satu peserta lokakarya, Denok Marty Astuti, menilai pelaku UMKM memang harus terus belajar dan beradaptasi dengan perkembangan zaman. Menurutnya, pemanfaatan AI dapat menjadi salah satu cara untuk membantu meningkatkan penjualan.

“UMKM juga harus terus berbenah diri dan naik kelas. Ilmunya juga harus kita cari supaya kita bisa ikut naik kelas. UMKM tidak bisa duduk diam kemudian jualan optimal, memang harus mengikuti zaman,” katanya.

Denok, yang memiliki usaha sepatu berbahan wastra Nusantara, berharap pemanfaatan teknologi digital dan AI dapat memperluas pasar produknya. Produk yang dibuatnya memadukan kain wastra dan kain jeans. Selama ini, pemasaran produknya masih banyak mengandalkan promosi dari mulut ke mulut dan WhatsApp Business.

Denok berharap pelatihan serupa dapat digelar secara rutin dengan kelas-kelas yang lebih kecil sehingga pendampingan dapat dilakukan secara lebih intensif, terutama bagi pelaku UMKM yang belum terbiasa menggunakan teknologi digital. (SF)

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....