Jumlah Investor Pasar Modal Meningkat, Transaksi Pasar Modal Soloraya Naik
- 27 Agt 2026 12:39 WIB
- Surakarta
RRI.CO.ID, Surakarta - Kantor Perwakilan Bursa Efek Indonesia (BEI) Jawa Tengah II Solo Raya dan Madiun Raya mencatat tren pertumbuhan investor maupun transaksi pasar modal di Wilayah Solo Raya. Ditengah dinamika ekonomi, aktivitas transaksi masyarakat lokal menunjukkan lonjakan yang signifikan ditengah kondisi ekonomi yang dinamis.
Kepala Kantor Perwakilan BEI Solo Raya dan Madiun Raya, M.Wira Adibrata, saat pemaparan workshop Wartawan Daerah di New Rivermoon, Klaten, Rabu, 26 Agustus 2026, mengungkapkan sepanjang Januari hingga Mei 2026 akumulasi nilai transaksi di Solo Raya (diluar wilayah Klaten) telah menembus angka Rp26 Trilyun.
Angka ini menunjukkan peningkatan rata - rata transaksi bulanan yang melonjak dari sebelumnya Rp 3 Trilyun menjadi sekitar Rp5 Trilyun perbulan.
Dalam kesempatan itu Wira menjelaskan Khusus untuk peta sebaran di Kota Surakarta per Mei 2026 tercatat sebanyak 89 ribu investor pasar modal ( mencakup instrumen saham, reksa dana, dan obligasi) dengan 48.000 diantaranya merupakan investor spesifik pada instrumen saham.
Ditengah dinamika pergerakan harga saham, Wira juga memberikan tanggapan terkait kondisi koreksi pasar yang sempat terjadi. Ia menegaskan agar publik tidak terburu-buru mengaitkan penurunan IHSG dengan satu isu politik tertentu, seperti maraknya perbincangan rencana aksi demonstrasi.
“Sangat sangat dini ketika kita menyampaikan respons pasar hari ini adalah karena satu isu.penurunan hari ini dikaitkan dengan rencana demo itu terlalu dini untuk mengambil kesimpulan . Banyak hal yang mempengaruhi pergerakan saham kita, salah satunya memang kebijakan, politik dan lain lain,” ujar Wira.
Peningkatan jumlah investor yang masif ini tidak terlepas dari kontribusi Generasi Z (Gen Z) yang sangat adaptif terhadap penggunaan platform digital. Namun , BEI memberi perhatian khusus pada fenomena Fear of Missing Out (FOMO) serta tingginya influencer media sosial . Wira menghimbau agar investor muda tidak bertransaksi secara spekulatif dan mulai menguasai analisis fundamental maupun teknikal.
“Kami sangat mengapresiasi tingginya minat Gen Z di Platform digital. Namun kami berharap mereka tidak asal beli saham karena tergiur promosi media sosial yang belum tentu benar informasinya.Investor harus memahami produk yang dibeli dan bertransaksi berdasarkan analisis yang terukur,” katanya.
Sebagai langkah nyata meningkatkan literasi keuangan sekaligus membentengi generasi muda dari maraknya judi online (judol) BEI gencar memperluas jaringan Galeri Investasi. Saat ini jumlah GI di wilayah Solo raya telah genap 50 galeri, bertambah dari sebelumnya 46 galeri.
Empat jaringan GI baru yang telah berjalan melalui skema kerja sama (MoU) meliputi RS PKU Muhammadiyah, Universitas Sugeng Hartono , SMA Negeri Sukoharjo dan SMK Negeri I Sragen.
BEI juga tengah memproses izin penambahan GI baru di SMA Negeri 5 Surakarta dan SMK Negeri Jatiroto Wonogiri secara terintegrasi melalui Otoritas Jasa Keuangan (OJK). ( SF/ Ita )
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....