Mendag Budi Santosa Targetkan Transaksi Trade Expo Indonesia 2026 Lampaui US$ 22,8 M

  • 22 Agt 2026 15:08 WIB
  •  Surakarta

RRI.CO.ID, Surakarta — Menteri Perdagangan Budi Santosa menargetkan penyelenggaraan Trade Expo Indonesia (TEI) 2026 mencatatkan capaian transaksi yang lebih tinggi dibandingkan tahun sebelumnya. Hal tersebut disampaikannya saat menghadiri CEO Gathering Solo dalam rangka sosialisasi TEI 2026 di Hotel Alila Solo, Kamis 20 Agustus.

Dalam kesempatan itu, Budi Santosa mengajak para pelaku industri furnitur dan kerajinan untuk memanfaatkan TEI 2026 sebagai momentum memperluas pasar ekspor. Ajang ini menjadi forum strategis yang mempertemukan pelaku usaha Indonesia dengan buyer dari berbagai negara.

TEI ke-41 dijadwalkan berlangsung pada 14–18 Oktober 2026 di Indonesia Convention Exhibition (ICE) BSD City, Tangerang, Banten. Pemerintah menargetkan jumlah peserta maupun nilai transaksi dalam pameran dagang internasional tersebut meningkat dari penyelenggaraan sebelumnya.

Budi menambahkan, capaian TEI tahun lalu menjadi acuan dalam menetapkan target tahun ini. Pada penyelenggaraan sebelumnya, tercatat sebanyak 8.045 buyer mancanegara hadir dengan total nilai transaksi mencapai 22,8 miliar dolar AS.

"Target bisa tercapai di atas tahun lalu, yakni 22,8 miliar dolar AS, termasuk jumlah buyer dan peningkatan nilai ekspornya," ujar Budi.

Ia menjelaskan bahwa strategi Kementerian Perdagangan (Kemendag) tidak berhenti pada business matching dan transaksi di lokasi pameran semata. Pemerintah juga memantau realisasi kontrak dagang yang telah disepakati antara pelaku usaha Indonesia dan buyer internasional.

Selain itu, Kemendag akan memfasilitasi kedatangan buyer khusus produk furnitur dari sejumlah negara. Penjaringan buyer telah dimulai sebelum pelaksanaan TEI melalui program business matching secara daring.

Sementara itu, Direktur Utama Debindomulti Adhiswasti, Vibiadhi Swasti Pradana, menyatakan bahwa TEI merupakan national trade fair sekaligus sarana national branding Indonesia di panggung global. Pameran ini dinilai memiliki peran strategis dalam meningkatkan investasi serta kolaborasi internasional.

Vibiadhi menyebut TEI menjadi wadah untuk mempertemukan pelaku usaha dengan pembeli internasional, mendukung digitalisasi ekspor, serta membantu UMKM menembus pasar global.

"Pada TEI sebelumnya, jumlah pengunjung mencapai 34.550 orang yang terdiri atas 8.045 buyer mancanegara dari lebih dari 130 negara. Jumlah peserta mencapai 1.619 perusahaan dengan nilai transaksi potensial sebesar 22,8 miliar dolar AS," jelasnya.

Ia menambahkan, sektor furnitur dan home decor menjadi salah satu komoditas yang memiliki prospek besar. Hal ini terlihat dari peningkatan minat buyer terhadap produk furnitur dalam tiga tahun terakhir, dengan India dan Malaysia sebagai negara peminat tertinggi. (SF)

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....