BPR Ceper Klaten Ditutup, LPS Mulai Salurkan Dana Nasabah

  • 10 Jul 2026 10:17 WIB
  •  Surakarta

RRI.CO.ID, Klaten - Otoritas Jasa Keuangan (OJK) resmi menutup izin operasional PT BPR Ceper Permata Artha yang terletak di Jalan Yogya-Solo, Ceper Klaten mulai 25 Juni 2026. Sedangkan Lembaga Penjamin Simpanan (LPS) mulai menyalurkan simpanan nasabah per 1 Juli 2026.

Direktur Grup Likuiditas Bank LPS Fajar Bawono Sekti kepada wartawan mengatakan untuk tahap awal pembayaran nasabah sudah dilakukan sejak 1 Juli 2026. Nilainya kurang lebih Rp 38 milyar untuk 282 nasabah. Sedangkan sisanya 359 nasabah pembayarannya akan dilakukan secepatnya karena menunggu proses pemeriksaan.

“BPR Ceper ini dicabut izinnya sejak 25 Juni 2026. Kemudian untuk pembayaran nasabah itu sudah mulai dilakukan satu Juli untuk 282 sebanyak Rp 38 milyar. Jadi sisanya sekitar 359 nasabah itu harap menunggu karena proses pemeriksaan. Maksimal di Oktober namun klim pembayaran secepat mungkin,” kata Fajar Bawono Sekti, Kamis 9 Juli 2026.

Fajar Bawono mengatakan pencabutan izin terhadap BPR Ceper itu lantaran adanya indikasi penyimpangan perbankan yang kemudian bank tersebut mengalami kerugian. Selain itu kredit macetnya juga tinggi yang mencapai 90 persen sehingga lembaga tersebut mengalami kesulitan keuangan.

"Ada indikasi perbuatan melawan hukum. Indikasi penyimpangan ketentuan perbankan. Kredit macet tinggi," kata Fajar Bawono Sekti.

Dia juga mengatakan persoalan pada BPR Ceper Permata Artha tersebut sudah terjadi dalam kurun waktu dua tahun terakhir.

Salah seorang nasabah BPR Ceper Lia Sriningsih mengatakan pada awalnya merasa kaget karena sebelumnya pengambilan uang lancar. Namun ia bersyukur uang yang ada di Bank tersebut sudah cair seluruhnya.

“Saya merasa sudah aman karena sudah tahu dilindungi LPS kita ikuti prosedur mereka. Untuk pertama kaget karena habis lebaran masih kesitu narik uang lancar-lancar saja ga ada kendala sesuai yang saya minta. Untuk simpanan di kisaran diatas seratus,” katanya.

Lia mengatakan sejauh ini belum mengetahui nasib nasabah lainnya karena tidak ada komunikasi. Ia juga merasa trauma dengan adanya peristiwa tersebut dan akan menjadi pembelajaran untuk memilih bank yang lebih baik. Adam Sutanto

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....