Harga Emas-Perhiasan, Picu Inflasi Kota Solo 2,27 Persen
- 05 Mei 2026 14:48 WIB
- Surakarta
RRI.CO.ID, Surakarta -Badan Pusat Statistik (BPS) Kota Surakarta mencatat Kota Surakarta atau Solo mengalami inflasi sebesar 2,27 persen secara tahunan (year-on-year) pada April 2026. Angka ini menunjukkan tren penurunan dibandingkan bulan sebelumnya yang sempat mencapai 3,59 persen.
Kepala BPS Kota Surakarta, Ratna Setyowati, menjelaskan bahwa meskipun angka inflasi tahunan tetap terjaga, terdapat sejumlah dinamika harga pada komoditas global maupun domestik yang memengaruhi kondisi pasar selama bulan April.
"Angka ini masih berada di dalam rentang target pemerintah. Secara bulanan (month-to-month), Surakarta mencatatkan inflasi sebesar 0,10 persen, sementara tingkat inflasi tahun kalender (year-to-date) hingga April 2026 berada di angka 0,90 persen," ujar Ratna dalam rilis persnya, Senin 4 Mei 2026.
Ratna mengungkapkan, komoditas emas perhiasan masih menjadi penyumbang inflasi terbesar secara tahunan. Meski harga emas global sempat mengalami tren penurunan pada Maret hingga April 2026 setelah naik selama 30 bulan berturut-turut, namun nilainya secara akumulatif masih memberikan andil yang signifikan.
Selain emas perhiasan, kenaikan harga avtur yang berdampak pada tarif tiket pesawat juga menjadi faktor pendorong inflasi. Komoditas lain yang turut memberikan andil besar meliputi nasi dengan lauk pauk, daging ayam ras, minyak goreng, beras, hingga harga kendaraan bermobil.
"Namun, perlu dicatat bahwa pasca-Lebaran pada April ini, secara bulanan sebenarnya terjadi deflasi atau penurunan harga pada sejumlah komoditas pangan. Di antaranya adalah cabai rawit, daging ayam ras, telur ayam, dan cabai merah," katanya.
Berdasarkan kelompok pengeluaran, penyumbang inflasi tertinggi pada April 2026 adalah kelompok perawatan pribadi dan jasa lainnya sebesar 11,29 persen. Disusul oleh kelompok penyediaan makanan dan minuman sebesar 3,15 persen, serta kelompok makanan, minuman, dan tembakau sebesar 2,44 persen.
Di sisi lain, kelompok perlengkapan, peralatan, dan pemeliharaan rutin rumah tangga justru tercatat mengalami penurunan indeks sebesar 0,04 persen. BPS berharap stabilitas harga ini dapat terus terjaga guna mendukung daya beli masyarakat di Kota Surakarta. (SF/MI)
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....