Permintaan Barang dan Jasa saat Ramadhan Hingga Lebaran Picu Inflasi 3,59 Persen
- 03 Apr 2026 15:13 WIB
- Surakarta
RRI.CO.ID, Surakarta: Badan Pusat Statistik BPS Kota Surakarta mencatat pada bulan Maret 2026 Kota Surakarta mengalami Inflasi sebesar 3,59 persen pada tahun ke tahun atau year on year.
Sedangkan Inflasi bulan ke bulan atau Month - to - Month Maret 2026 sebesar 0,48 persen dan jika dilihat dari inflasi tahun kalender atau inflasi year to date (y-to-d) maret 2026 sebesar 1,00 persen.
Kepala Badan Pusat Statistik BPS Kota Surakarta Ratna Setyowati dalam rilisnya di Kantor BPS Solo, Rabu 1 April 2026, mengatakan ada beberapa fenomena yang terjadi selama bulan Maret 2026 yang secara langsung maupun tidak langsung berpengaruh terhadap Inflasi .
Dikatakan fenomena yang mempengaruhi itu kata Ratna antara lain moment puasa ramadhan hingga hari raya Idul fitri yakni permintaan barang dan jasa serta tingginya mobilitas masyarakat
" Momentum puasa Ramadhan dan hari raya idul fitri memicu kenaikan permintaan diberbagai sektor , terutama bahan makanan dan transportasi, tradisi mudik menjadikan tingginya permintaan terhadap layanan transportasi, mulai dari Kereta api, angkutan laut Penyeberangan hingga Pesawat udara.
Ditambahkan Ratna Sulistyowati, selain momen ramadhan dan Hari raya Idul Fitri,berikutnya penyesuaian harga BBM bersubsidi serta kebijakan lain disektor transportasi juga -pemerintah memberikan stimulus berupa potongan tiket KA sebesar 30 persen ,Tiket Angkutan udara dan Penyeberangan 17 - 18 Persen.
Sementara yang memebrikan andil besar terjadinya Inflasi di bulan Maret 2026 yaitu daging ayam ras, kebijakan penyesuaian tarif BBM,Telur ayam ras, Angkutan antara kota, telpon seluler," katanya
"Sedangkan beberapa komoditas yang memberikan andil terhadap penurunan atau deflasi diantaranya cabai rawit, emas perhiasan, angkutan udara, produksi wortel dan bawang putih," katanya
Sedangkan kelompok pengeluaran yang memberikan andil terbesar terhadap inflasi pada bulan Maret 2026 yakni kelompok makanan,Minuman dan tembakau sebesar 1,2 persen , disusul kelompok transportasi 0,8 persen , Kelompok Informasi, komunikasi jawa Keuangan 0,47 serta penyedia makan dan minum 0,41 persen.(SF)
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....