Okupansi Hotel di Solo Tembus 100 Persen Selama Libur May Day
- 01 Mei 2026 15:45 WIB
- Surakarta
RRI.CO.ID, Surakarta - Libur panjang dalam rangka Hari Buruh Internasional atau May Day 2026 berdampak positif pada industri pariwisata di Kota Solo. Tingkat hunian hotel (okupansi) di wilayah ini mengalami lonjakan signifikan, bahkan beberapa hotel mencatatkan angka 100 persen.
Salah satu lonjakan tajam terjadi di jaringan Lorin Group yang mencakup Lorin Solo Hotel, Syariah Hotel Solo, dan D’Wangsa Solo Hotel. Marcom Lorin Group Solo, Septina Fadia Putri, mengungkapkan bahwa pesanan kamar mulai penuh sejak awal periode libur panjang.
“Pada puncak tanggal 1 Mei 2026, tingkat okupansi sudah menyentuh angka 100 persen. Reservasi juga masih terus bergerak naik hingga 3 Mei mendatang,” ujar Septina kepada RRI, Jumat 1 Mei 2026.
Ia menjelaskan, peningkatan ini didorong oleh wisatawan individu maupun tamu grup. Dengan total ketersediaan sekitar 710 kamar di seluruh jaringan Lorin Group, pihaknya berupaya maksimal mengakomodasi tingginya permintaan.
Mayoritas tamu berasal dari luar kota seperti Ngawi, Surabaya, Jakarta, dan Bandung. Menurut Septina, kemudahan akses transportasi seperti jalan tol, stasiun, dan bandara menjadi faktor utama tingginya kunjungan wisatawan ke Solo.
Kondisi serupa dialami oleh Solo Paragon Hotel and Residences. Public Relations Solo Paragon Hotel, Mahadewi Lourdes, menyampaikan bahwa tingkat okupansi hotelnya menunjukkan performa yang sangat positif.
“Di libur May Day 1-3 Mei 2026 ini, okupansi sangat bagus, berada di atas 80 persen dan terus mendekati 100 persen. Sebagian besar tamu melakukan reservasi pada H-1,” kata Mahadewi.
Menariknya, tren pemesanan saat ini didominasi melalui kanal digital. Mahadewi menyebutkan banyak tamu yang memanfaatkan Online Travel Agent (OTA) serta situs resmi hotel untuk melakukan pemesanan.
Tamu yang menginap mayoritas berasal dari wilayah Jawa Tengah, Jawa Timur, hingga Jawa Barat seperti Bogor dan Bandung. Rata-rata lama menginap (length of stay) para tamu berkisar antara dua hingga tiga hari.
Kenaikan okupansi ini diharapkan mampu terus menggerakkan roda ekonomi kreatif dan UMKM di Kota Surakarta selama masa liburan. (SF/MI)
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....