Eks Gedung Pemkab Sragen Disulap Jadi RTH, Digelontor 2,7M
- 22 Jan 2026 17:21 WIB
- Surakarta
RRI.CO.ID, Sragen: Pemerintah Kabupaten Sragen akan menyulap kawasan eks kantor Pemda lama di Jalan Sukowati menjadi Ruang Terbuka Hijau (RTH) dan galeri seni. Pemkab Sragen menggelontorkan anggaran fantastis mencapai Rp 2,7 miliar untuk mewujudkan rencana tersebut.
Kepala Dinas Perumahan, Kawasan Permukiman, Pertanahan, dan Tata Ruang (Disperkimtaru) Sragen, Aris Wahyudi, menjelaskan bahwa rencana ini bertujuan untuk menciptakan ruang publik baru yang lebih artistik.
"Kita akan bikin ruang terbuka hijau aja. Plus penambahan vegetasi, tanaman-tanaman, cuman bentuknya aja yang kita mock up," kata Aris Wahyudi, Rabu 21 Januari 2026.
Baca juga: Bupati Sigit Tegaskan Eks Kantor Pemda untuk RTH
Desain perencanaan RTH tersebut yakni, bangunan bagian depan dan tengah, termasuk bekas ruang Bupati dan gedung DPRD lama akan dirobohkan.
"Gedung depan dan tengah hilang semua, kita jadikan ruang terbuka. Sementara gedung belakang yang berbentuk (leter U) akan kita pertahankan dan di-make-up untuk fungsi galeri serta ruang transit," ucap Aris.
Proyek yang diperkirakan menelan anggaran sekitar Rp2,7 hingga Rp2,8 miliar ini direncanakan akan segera memasuki tahap finalisasi DED (Detail Engineering Design) serta proses lelang.
Pihak Disperkimtaru menegaskan bahwa bekas gedung DPRD tersebut bukan merupakan cagar budaya. Sehingga secara hukum tidak ada kendala untuk dilakukan penataan ulang.
"Bekas DPRD hilang. Sebagai catatan mungkin pemahaman kepada masyarakat, bekas kantor DPRD itu bukan cagar budaya. DPRD lama bukan cagar budaya," ujar Aris.
Pembongkaran eks Pemda lama untuk RTH lanjut Aris, nantinya akan nyambung dengan proyek glowingisasi jalan Sukowati. Rencana penataan pedestrian dan wajah kota itu dimulai dari simpang empat Alun-alun Sasana Langen Putra sampai Pos Lantas Kota.
"Beutifikasi dari atrium ini pedestrian. Dari alun-alun sampai Poltas Kota. Itu anggarannya Rp 10 miliar. Gambarannya trotoarnya kita tata, tidak naik. Jadi lebih humanis terhadap anak-anak dan juga difabel," kata Aris menjelaskan.
Kemudian ada penataan lampu di sepanjang jalan. Penataan pohon vegetasi dan juga dilengkapi kursi-kursi untuk bersantai.
"Sragen ini kan gelap ya, ini kita tata lampunya. Terus pohon di situ kan wis tidak rapi, jadi mulai kita tata juga vegetasinya. Juga nanti kita kasih kursi-kursi itu buat orang santai seperti kota modern." MI
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....