Protes Jalan Rusak, Warga Gilirejo Doa Bersama-Tanam Pohon Pisang
- 04 Jan 2026 18:37 WIB
- Surakarta
KBRN,Sragen: Hari Minggu (4/1/2/2026) pagi pemandangan tak biasa di tengah jalan Dusun Gadek, Desa Gilirejo, Kecamatan Miri. Warga RT 7 itu berkumpul di tengah jalan dukuh yang kondisinya rusak nyaris seperti makadam untuk menggelar doa bersama dan slametan.
Kegiatan yang mereka lakukan ini bentuk protes kepada Pemerintah Kabupaten Sragen. Jalan rusak di wilayah mereka yang sudah 10 tahun tidak tersentuh perbaikan.
Nampak dari sebagian mereka menanam satu batang pohon pisang di tengah-tengah jalan yang rusak. Tak hanya itu, dipimpin tokoh masyarakat setempat warga mendoakan agar Pemerintah Kabupaten Sragen dapat segera memperbaiki jalan rusak tersebut.
Baca juga: Akses Pendidikan di Sragen ini Rusak Parah Jadi Sorotan
Warga berharap selamat dan nyaman saat melewati jalan tersebut dan tidak ada lagi yang jatuh/kecelakaan akibat kerusakan jalan. Jalan rusak sepanjang kurang lebih 800 meter tersebut merupakan jalan utama dan jalan satu-satunya warga dusun Gadek jika ingin keluar wilayah seperti ke pasar, pusat desa, sekolah, maupun ke kota.

Warga Dukuh Gadek Desa Gilirejo Kecamatan Miri Sragen menggelar doa bersama sebagai bentuk protes jalan rusak bertahun-tahun yang tidak dibenahi. (Foto: RRI/Dok Warga)
Gadek merupakan salah satu dusun paling ujung di Desa Gilirejo karena berbatasan langsung dengan genangan Waduk Kedungombo. Di wilayah terluar Kabupaten Sragen itu terdapat sekitar 250 jiwa dari 60 Kepala keluarga (KK).
"Rusaknya jalan dusun Gadek ini sangat merugikan warga dan membuat warga sangat menderita, dan takut melewatinya jalan utama. Padahal ini satu-satunya akses semua orang yang ada di wilayah sini untuk pergi bekerja, sekolah, berobat, dan keperluan lainnya," ucap Eko Slamet Riyadi (Ketua RT 07 Dusun Gadek, Desa Gilirejo) dalam keterangan tertulis yang diterima rri.co.id Minggu.
Menurutnya kondisi jalan sangat mengkhawatirkan dan sering terjadi kecelakaan. Berdasarkan keterangan warga dalam kurun waktu setahun terakhir ini sudah 11 orang jatuh/kecelakaan akibat rusaknya jalan tersebut.
Menurut Eko, doa bersama dan slametan itu bertujuan agar Bupati Sragen Sigit Pamungkas segera memperbaiki jalan rusak di wilayah mereka. Sehingga warga tidak was-was dan takut lagi melintas, dusun paling ujung dan terpencil.
"Akibat jalan rusak ini orang-orang banyak yang takut melewati jalan ini," ucap dia.
Sementara Nico Wauran, S.H (Advokat sekaligus Direktur LBH Rakyat Merdeka Sragen) yang mendampingi warga mengatakan bahwa warga setiap tahun telah meminta perbaikan jalan tersebut ke pemerintah desa, namun tak kunjung ada perbaikan.
"Tahun kemarin (2025) katanya sempat direncakan perbaikan oleh pemerintah desa namun rencana tersebut ditolak oleh Dinas Pekerjaan Umum Sragen karena jalan tersebut merupakan kewenangan kabupaten. Maka dari itu kami menuntut kepada Pemerintah Kabupaten Sragen untuk segera memperbaiki jalan ini," katanya.
Warga Dusun Gadek, Desa Gilirejo akan terus menuntut perbaikan jalan tersebut sampai ada perbaikan. Karena jalan tersebut sangat penting bagi keberlangsungan hidup warga. MI
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....