DPUPR Karanganyar Kebut 12 Proyek Jalan, Selesai Sebelum Puncak Nataru

  • 10 Des 2025 20:03 WIB
  •  Surakarta

KBRN, Karanganyar: Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR) Kabupaten Karanganyar sedang mengebut penyelesaian 12 paket proyek infrastruktur jalan dan jembatan yang ditargetkan rampung sebelum puncak arus Natal 2025 dan Tahun Baru 2026 (Nataru). Upaya ini dilakukan untuk memastikan kelancaran lalu lintas dan aksesibilitas masyarakat selama periode liburan.

Kepala Bidang Bina Marga DPUPR Karanganyar, Sutopo, menyampaikan secara umum, kondisi jalan di Kabupaten Karanganyar menunjukkan tingkat pemantapan sebesar 83 persen. Meskipun demikian, masih ada 17 persen jalan yang berada dalam kondisi rusak ringan maupun rusak berat.

"Kami sampaikan progres kegiatan. Ada 12 paket kegiatan yang saat ini dalam proses pengerjaan yang rencananya selesai di bulan Desember ini," ujar Sutopo, Rabu (10/12/2025).

Sutopo merinci beberapa proyek yang menunjukkan progres positif. Paket Umbang-Umbang Kalisoro saat ini sudah mencapai 98 persen dan dijadwalkan selesai pada 22 Desember, sehingga siap mendukung arus Nataru.

"Lalu, proyek rekonstruksi Jalan Keprabon yang menghubungkan Simpang Empat Keprabon menuju Ringroad Utara juga sudah mencapai 93 persen dan ditargetkan selesai 20 Desember," katanya.

Namun, lanjut Sutopo, beberapa proyek lain mengalami tantangan, seperti Rehabilitasi Jalan Kerjo-Seloromo baru mencapai 73 persen karena keterlambatan, namun pengaspalan dijadwalkan selesai dalam minggu ini.

"Untuk rehabilitasi Jembatan Temantenan juga mengalami keterlambatan yang lebih besar akibat terkendala banjir pada sisi bawah jembatan," katanya.

Sutopo mengungkapkan, perhatian khusus juga diberikan pada ruas jalan Sudimoro-Ngargoyoso. Meskipun proyek ini melibatkan pengecoran dan pengaspalan, Sutopo memperkirakan akan ada lonjakan pengguna jalan, terutama karena adanya pekerjaan beton.

"Terkhusus untuk yang Sudimoro, Ngargoyoso kemungkinan nanti ada lonjakan penumpang karena ini tadi hubungannya dengan beton. Karena beton itu terakhir kita 22 Desember butuh waktu minimal 14 hari untuk bisa dilalui secara maksimal," katanya.

Konsekuensinya, lanjut Kabid Bina Marga, jalan ini kemungkinan besar akan mengalami pengaturan buka-tutup untuk arus lalu lintas, mengingat waktu yang dibutuhkan agar beton mencapai umur yang kuat untuk dilalui secara maksimal.

Sutopo mengungkapkan, Jembatan Temantenan, yang menghubungkan Kecamatan Kerjo menuju Taman Sari, akan ditutup total hingga tahun baru.

"Jadi penutupan dilakukan karena pengecoran beton jembatan masih belum mencapai umur yang ideal untuk dilalui kendaraan, dan pengalihan arus diarahkan melalui jalur alternatif Kerjo menuju Ngargoyoso," katanya.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru

Memuat berita terbaru.....