Sempat Hilang 5 Hari, Pekerja DLH Karanganyar Ditemukan Meninggal di Bekas TPS
- 22 Jul 2026 20:44 WIB
- Surakarta
RRI.CO.ID, Karanganyar - Seorang petugas kebersihan Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Karanganyar, Soni Wiyanto (42), ditemukan meninggal dunia di dalam bangunan bekas Tempat Pembuangan Sampah (TPS) sisi timur Makam Pandes, Desa Papahan, Kecamatan Tasikmadu, Selasa 22 Juli 2026. Korban sebelumnya dilaporkan hilang oleh pihak keluarga sejak Sabtu 18 Juli 2026.
Jasad korban pertama kali ditemukan oleh rekan kerjanya sesama petugas sampah DLH Karanganyar, Kristanto, yang hendak membuang krosok di sekitar lokasi dan mencium bau menyengat dari dalam bangunan yang sudah tidak terpakai.
"Saya datang mau naruh krosok. Posisi kendaraan saya di depan. Terus ada bau menyengat. Saya cari-cari di sekitar TPS tidak ada. Akhirnya saya sama teman-teman penasaran masuk ke dalam bangunan," ujar Kristanto.
Saat membuka pintu, Kristanto terkejut menemukan jenazah korban berada dalam posisi telentang di dalam ruangan dengan kondisi tubuh yang mulai membusuk.
"Posisinya telentang. Tubuhnya masih utuh, tetapi warnanya sudah menghitam," katanya.
Di sisi lain, Kerabat korban, Suwondo, menuturkan sebelum pergi pada Sabtu dini hari, korban sempat membuang sampah dan mematikan lampu rumah seperti rutinitas biasanya.
"Ditunggu sampai pagi tidak pulang. Kemudian keluarga mencari ke mana-mana sampai akhirnya ditemukan hari ini. Sepengetahuan saya tidak ada masalah keluarga, beliau memang sedang sakit," ujar Suwondo.
Sementara itu, Kepala DLH Karanganyar, Sunarno, membenarkan korban merupakan tenaga kebersihan yang telah mengabdi di DLH Karanganyar selama kurang lebih 10 hingga 12 tahun. Ia menyampaikan korban sedang menjalani pengobatan akibat gejala stroke dalam empat bulan terakhir.
"Beliau memang mengalami gejala stroke sekitar empat bulan lalu. Terakhir saya bertemu sekitar sepekan yang lalu. Kondisinya memang belum sepenuhnya pulih," katanya.
Sunarno menambahkan, sebelum ditemukan, berbagai upaya pencarian telah dilakukan oleh pihak keluarga bersama kepolisian, BPBD, tim SAR, dan relawan sejak korban dilaporkan hilang usai pamit berolahraga jalan pagi.
"Bangunan itu sudah lebih dari setahun tidak dipakai. Saat dicek karena tercium bau menyengat, ternyata benar ada jenazah di dalam," ujarnya.
Di kesempatan yang sama, Bidan Desa Papahan, Rini Wahyu, yang melakukan pemeriksaan medis awal di lokasi kejadian menyebutkan kondisi jenazah diperkirakan telah meninggal dunia sekitar empat hari.
"Jenazah sudah dalam proses pembusukan, diperkirakan sekitar empat hari. Wajah, leher, dan kaki sudah berubah warna kebiruan. Di pergelangan tangan ada luka seperti tergores, bukan akibat benda tajam," kata Rini.
Rini menambahkan, ditemukan benjolan di bagian belakang kepala korban yang kemungkinan dipicu akibat benturan saat terjatuh, namun tidak ditemukan indikasi kekerasan fisik. Saat ini kepolisian masih melakukan penyelidikan lebih lanjut untuk memastikan penyebab utama kematian korban.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....