Seni Tradisi Jawa Siap Tampil di Festival Asia-Pasifik di Taiwan

  • 04 Okt 2026 13:13 WIB
  •  Surakarta

RRI.CO.ID, Surakarta - Dan’s Dance Studio Indonesia memperkenalkan seni tradisi Jawa melalui ajang Asia-Pacific Traditional Arts Festival 2026 di Yilan, Taiwan, 3–11 Oktober 2026. Dalam festival yang berlangsung di National Center for Traditional Arts (NCFTA), Yilan Park tersebut, delegasi Indonesia menampilkan pertunjukan bertajuk The Water of Life: Bima’s Sacred Journey.

Festival tahun ini mengusung tema Where All Waters Meet atau “众水之境” dan mempertemukan seniman serta kelompok seni dari sejumlah negara Asia Pasifik. Peserta festival antara lain berasal dari Taiwan, Indonesia, India, Jepang, dan Korea.

Dan’s Dance Studio menjadi salah satu delegasi Indonesia yang mendapat kesempatan memperkenalkan kekayaan seni tradisi Nusantara kepada masyarakat Taiwan dan pengunjung internasional. Pertunjukan yang dibawakan mengangkat kisah perjalanan tokoh Bima dalam mencari air kehidupan.

Menurut Danang Pamungkas, Koreografer dari Dan's Dance Studio yang ditemui di tengah latihan, 2 Oktober 2026, karya tersebut terinspirasi dari kisah epik Mahabharata, khususnya perjalanan Bima menghadapi berbagai rintangan untuk memperoleh Tirta Amerta. "Dalam tradisi Jawa, Tirta Amerta dikenal sebagai air kehidupan yang memiliki makna spiritual, " katanya.

Pertunjukan The Water of Life: Bima’s Sacred Journey memadukan sejumlah unsur seni tradisional Jawa. Di dalamnya terdapat tari Jawa, wayang kulit, musik gamelan, serta tembang atau nyanyian tradisional.

Perpaduan berbagai medium seni tersebut tidak hanya menampilkan gerak tari, tetapi juga membawa cerita, musik, filosofi, dan nilai budaya Nusantara ke hadapan penonton internasional. Penyajian tersebut menjadi bagian dari upaya memperkenalkan seni tradisi Indonesia melalui pertunjukan lintas disiplin.

Tema Where All Waters Meet juga menjadi bagian penting dalam penyelenggaraan festival tahun ini. Air ditempatkan sebagai titik temu berbagai kebudayaan Asia Pasifik yang memiliki beragam mitologi, ritual, seni pertunjukan, dan cerita rakyat terkait sumber kehidupan.

Dalam konteks pertunjukan Indonesia, perjalanan Bima mencari air kehidupan menjadi media untuk menyampaikan pandangan budaya Jawa mengenai hubungan manusia dengan alam dan kehidupan. Kisah tersebut sekaligus memperkenalkan nilai spiritual yang terkandung dalam tradisi Nusantara kepada masyarakat dari berbagai latar belakang budaya.

Keikutsertaan Dan’s Dance Studio di Yilan menjadi salah satu ruang bagi seni tradisional Indonesia untuk hadir dalam pertemuan budaya tingkat internasional. Melalui karya yang menggabungkan tari, wayang, gamelan, dan tembang, seni tradisi Jawa diperkenalkan dalam konteks festival budaya Asia Pasifik. (Hil/Fitria Trisna)

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....