Menelusuri Sejarah dan Asal-usul Boyolali

  • 30 Sep 2026 05:31 WIB
  •  Surakarta

RRI.CO.ID, Surakarta - Boyolali memiliki sejarah panjang yang tidak hanya berkaitan dengan perkembangan wilayah di Jawa Tengah, tetapi juga cerita rakyat yang terus diwariskan. Salah satu kisah paling dikenal adalah legenda Ki Ageng Pandan Arang yang dikaitkan dengan asal-usul nama Boyolali.

Menurut laman resmi Pemerintah Kabupaten Boyolali, nama Boyolali dalam sejumlah cerita sejarah lokal dikaitkan dengan perjalanan Ki Ageng Pandan Arang menuju Tembayat, Klaten, untuk memperdalam ilmu agama dan menjalankan dakwah. Dalam perjalanan tersebut, Ki Ageng Pandan Arang disebut melewati sejumlah wilayah yang kini menjadi bagian dari Kabupaten Boyolali.

Legenda menyebutkan Ki Ageng Pandan Arang pernah beristirahat di sebuah batu besar di tengah Kali Pepe. Saat menunggu istri dan keluarganya yang tertinggal, muncul ungkapan “Bayawis Lali Wong Iki” yang kemudian dipercaya menjadi salah satu asal-usul penyebutan Boyolali.

Namun, kisah tersebut perlu ditempatkan sebagai bagian dari tradisi lisan dan legenda masyarakat, bukan semata-mata sebagai fakta sejarah yang berdiri sendiri. Pemerintah Kabupaten Boyolali juga menyebutkan bahwa kisah mengenai asal nama tersebut berkembang melalui cerita masyarakat dan berbagai kisah tutur.

Penelitian Guntur Adi Wijaya, Ahmad Khoirul Anwar, dan Arif Yulianto dalam Jurnal Kemadha Universitas Sahid Surakarta tahun 2023 mencatat bahwa sejarah Boyolali perlu diperkenalkan kembali kepada masyarakat karena pengetahuan tentang sejarah daerah tersebut dapat memudar. Penelitian itu menyebut sejarah berdirinya Boyolali berkaitan dengan dakwah Sunan Kalijaga dan perjalanan Ki Ageng Pandan Arang menuju Tembayat.

Kisah Ki Ageng Pandan Arang juga menjadi bagian dari kajian budaya. Nina Suhartanti dan Setyawan dalam Arty: Jurnal Seni Rupa Universitas Sebelas Maret tahun 2021 menyebut legenda Ki Ageng Pandan Arang sebagai sumber yang memiliki “makna simbolis dan filosofis yang sangat kental”.

Sejarah Boyolali kemudian tidak berhenti pada cerita asal nama, tetapi berkembang menjadi identitas budaya yang tercermin dalam berbagai kesenian dan tradisi masyarakat. Legenda tersebut, misalnya, menjadi inspirasi pengembangan motif batik Boyolali dalam penelitian Suhartanti dan Setyawan.

Karena itu, memahami sejarah Boyolali sebaiknya dilakukan dengan membedakan antara catatan sejarah, hasil penelitian, dan legenda yang hidup di tengah masyarakat. Perpaduan ketiganya justru menunjukkan bagaimana sebuah daerah membangun identitas dan menjaga ingatan kolektif dari generasi ke generasi. (Arifin)

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....