Manuskrip Kuno Ungkap Jejak Budaya Jawa

  • 28 Agt 2026 03:48 WIB
  •  Surakarta

RRI.CO.ID, SURAKARTA – Penelusuran manuskrip kuno menjadi upaya menjaga warisan pengetahuan dan budaya masyarakat Jawa. Naskah lama menyimpan informasi tentang kehidupan, pemikiran, bahasa, dan tradisi masyarakat masa lalu.

Hal tersebut dibahas dalam Obrolan Komunitas RRI Surakarta, Kamis, 20 Agustus 2026. Program menghadirkan Dr. Asep Yudha Wirajaya, Totok Yasmiran, Adi Deswijaya, dan Drs. Y. Suwanto dari Masyarakat Permaskahan Nusantara UNS.

Ketua Masyarakat Permaskahan Nusantara UNS, Dr. Asep Yudha Wirajaya, M.A., mengatakan manuskrip tidak hanya bernilai sebagai benda kuno. “Manuskrip itu bukan hanya sekadar tulisan, tetapi ada pengetahuan yang terkandung di dalamnya,” kata Asep.

Penelusuran manuskrip dilakukan melalui berbagai sumber, termasuk naskah yang masih disimpan masyarakat. Kondisi, asal-usul, dan isi manuskrip perlu ditelusuri sebelum dilakukan kajian.

Menurut Asep, pelestarian manuskrip menghadapi tantangan regenerasi pembaca. Kemampuan membaca aksara dan bahasa lama diperlukan agar pengetahuan dalam manuskrip tidak hilang.

“Kita harus mempunyai generasi yang mampu membaca manuskrip, karena kalau tidak, manuskrip itu hanya menjadi benda mati,” ujar Asep.

Totok Yasmiran mengatakan sebagian manuskrip masih ditemukan dalam kondisi kurang terawat. Perawatan diperlukan untuk mencegah kerusakan naskah dan menjaga keberadaannya bagi generasi berikutnya.

Selain perawatan fisik, manuskrip perlu dikaji agar isinya dapat dipahami masyarakat. Penelitian juga membantu mengungkap pengetahuan lokal yang tersimpan dalam naskah lama.

Adi Deswijaya mengatakan digitalisasi menjadi salah satu langkah penting dalam pelestarian manuskrip. “Kalau sudah didigitalisasi, masyarakat lebih mudah mengakses tanpa harus selalu memegang naskah aslinya,” ucap Adi.

Manuskrip Jawa memiliki tema beragam, mulai dari sastra, sejarah, pengobatan, keagamaan, hingga kehidupan sehari-hari. Karena itu, kajiannya membutuhkan pendekatan dari berbagai bidang keilmuan.

Masyarakat juga memiliki peran dalam menjaga keberadaan manuskrip yang masih tersimpan secara pribadi. Pemilik naskah dapat berkoordinasi dengan pihak yang memiliki kompetensi untuk membantu perawatan dan kajian.

Asep mengatakan manuskrip merupakan bagian dari identitas budaya yang perlu diwariskan. “Kalau manuskrip ini kita rawat dan kita kaji, kita bisa mengetahui bagaimana masyarakat Jawa berpikir pada masa lalu,” kata Asep. (CA)

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....