Swarane Dolanan Hidupkan Kembali Dolanan Bocah melalui Drama Musikal

  • 18 Sep 2026 13:02 WIB
  •  Surakarta

RRI.CO.ID, Surakarta- Drama musikal Swarane Dolanan dipentaskan di Gedung Wayang Orang Sriwedari, Surakarta, pada Minggu, 13 September 2026. Pementasan tersebut menjadi luaran Program Pemberdayaan Seni Nusantara PISN 2026 yang melibatkan ISI Surakarta dan Sanggar Pratama Budaya.

Program PISN 2026 mengembangkan drama musikal berbasis dolanan bocah sebagai inovasi pembelajaran vokal dan ekspresi seni bagi anak-anak. Pembelajaran mengintegrasikan vokal, musik, tari, gerak, serta ekspresi dramatik melalui proses latihan bersama peserta sanggar secara berkelanjutan terpadu.

Swarane Dolanan dikembangkan melalui pelatihan sejak Mei hingga September, dengan mengolah lagu dolanan dan tembang macapat menjadi pertunjukan. Penggunaan gamelan secara langsung membantu anak mengenal karakter laras Slendro dan Pelog melalui pengalaman musikal selama proses latihan.

Selain pementasan, Sanggar Pratama Budaya memperoleh modul tembang yang dapat digunakan kembali sebagai materi pembelajaran seni secara berkelanjutan. Ketua program Sri Lestariningsih, M.Sn., mengatakan pementasan penting sebagai ruang penerapan kemampuan vokal, musikalitas, gerak, dan ekspresi peserta.

Menurutnya, metode partisipatif dan kolaboratif membuat anak mengalami langsung perpaduan vokal, musik, gerak, serta ekspresi dalam sebuah pertunjukan. Pementasan juga menunjukkan kapasitas Sanggar Pratama Budaya sebagai ruang diseminasi publik sekaligus memperkuat kolaborasi antarlembaga dan masyarakat sekitar.

Pengembangan karya dilakukan melalui pelatihan vokal, olah ekspresi dan penokohan, koreografi, serta ragam gerak tari terpadu dan bertahap. Seluruh materi kemudian dipadukan dalam latihan drama musikal hingga menghasilkan karya Swarane Dolanan yang menampilkan kekayaan dolanan bocah.

Bagi Sanggar Pratama Budaya, keterlibatan anak sejak latihan hingga pementasan memberikan pengalaman artistik sekaligus menumbuhkan disiplin dan keberanian. Anak-anak juga belajar bekerja bersama, mengikuti proses latihan, serta mengembangkan kemampuan berekspresi melalui pengalaman berkesenian secara menyenangkan langsung.

Kelurahan Gajahan Surakarta turut mendukung program sebagai mitra kerja sama dalam membangun pembelajaran seni berbasis lingkungan masyarakat setempat. Kolaborasi ISI Surakarta, Sanggar Pratama Budaya, dan Kelurahan Gajahan memperkuat ekosistem pengembangan seni anak melalui keterlibatan komunitas lokal.

Melalui PISN 2026, dolanan bocah dikembangkan bukan sekadar materi pertunjukan, tetapi juga menjadi sumber pembelajaran seni berkelanjutan. Pendekatan tersebut memberikan ruang bagi anak untuk mengenal budaya tradisional melalui proses kreatif yang menyenangkan, partisipatif, dan kolaboratif.

Pementasan Swarane Dolanan menjadi penanda capaian program sekaligus membuka ruang keberlanjutan seni anak di Sanggar Pratama Budaya Surakarta. Program tersebut diharapkan terus mendukung pengembangan vokal, musik, gerak, dan ekspresi melalui pemanfaatan dolanan bocah dalam proses pembelajaran.(Aris)

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....