Dolanan Bocah Dihidupkan Kembali, ISI Surakarta Hadirkan Drama Musikal
- 18 Agt 2026 15:24 WIB
- Surakarta
RRI.CO.ID, Surakarta-Di tengah perubahan pola bermain anak, dolanan bocah kembali dihidupkan melalui pendekatan seni pertunjukan. Permainan, lagu dolanan, gerak, dan tembang macapat dikembangkan menjadi drama musikal dalam Program Inovasi Seni Nusantara (PISN) 2026 di Sanggar Pratama Budaya Surakarta, sebagai upaya mengenalkan seni tradisi kepada generasi muda.
Program tersebut tidak hanya menghadirkan dolanan bocah sebagai permainan tradisional, tetapi menjadikannya bagian dari proses penciptaan karya seni yang melibatkan anak-anak. Melalui kegiatan tersebut, anak-anak diajak mengenal kembali berbagai unsur seni tradisi sekaligus mengalaminya melalui aktivitas bernyanyi, bergerak, bermain peran, dan berinteraksi bersama.
Ketua tim PISN 2026, Sri Lestariningsih, M.Sn. dari Program Studi Bisnis Musik ISI Surakarta, mengatakan pendekatan tersebut menjadi sarana untuk mengenalkan sekaligus melestarikan tradisi melalui pengalaman langsung. “Drama musikal berbasis dolanan bocah menjadi sarana untuk mengenalkan dan melestarikan tradisi sekaligus mengasah kemampuan vokal, gerak, dan ekspresi anak,” ujarnya.
Proses pengembangan dilakukan melalui tiga pelatihan yang saling terhubung, yakni vokal lagu dolanan dan tembang macapat, olah ekspresi serta penokohan dan dramatik, kemudian koreografi dan ragam gerak tari. Ketiga pelatihan tersebut menjadi satu rangkaian yang mengolah berbagai unsur seni tradisi ke dalam bentuk pertunjukan.
Pada pelatihan vokal, anak-anak menggunakan modul pembelajaran dan berlatih secara langsung dengan panduan gamelan. Pengalaman tersebut memberikan kesempatan kepada anak untuk mengenal lagu dolanan, tembang, musikalitas, sekaligus hubungan antara suara dan irama dalam kesenian tradisi.
Selain pelatihan, Sanggar Pratama Budaya Surakarta juga mendapat dukungan sarana berupa gamelan gadhon, wireless speaker, kostum, properti tari, dan modul pembelajaran vokal. Sarana tersebut diharapkan dapat mendukung keberlanjutan kegiatan seni sekaligus memperkuat kapasitas sanggar dalam mengembangkan karya.
Program ini melibatkan tim lintas program studi ISI Surakarta yang diketuai Sri Lestariningsih, M.Sn., bersama Nandhang Wisnu Pamenang, S.Sn., M.Sn. dari Program Studi Koreografi Inkuiri dan Halintar Cakra Padnobo dari Program Studi Pedalangan, serta mahasiswa Aji Ramadhan, Abi Putra Pratama, dan Novy Ananta Putri.
Hasil pengembangan akan ditampilkan dalam pementasan drama musikal berbasis dolanan bocah di Gedung Wayang Orang Sriwedari, Surakarta, pada 13 September 2026 pukul 10.00 WIB. Pementasan tersebut menjadi ruang bagi anak-anak untuk menampilkan kembali unsur permainan, musik, gerak, dan cerita tradisional yang telah mereka pelajari.
Melalui program ini, dolanan bocah diharapkan tidak berhenti sebagai bagian dari ingatan generasi sebelumnya. Kehadirannya dalam drama musikal membuka ruang regenerasi seni tradisi agar permainan, lagu, gerak, dan nilai kebersamaan tetap dikenal dan dialami oleh anak-anak masa kini. (Wiwik)
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....