ISI Surakarta Kembangkan Dolanan Bocah untuk Pembelajaran Seni Anak

  • 18 Agt 2026 15:26 WIB
  •  Surakarta

RRI.CO.ID, Surakarta- Institut Seni Indonesia (ISI) Surakarta mengembangkan drama musikal berbasis dolanan bocah sebagai inovasi pembelajaran seni bagi anak-anak di Sanggar Pratama Budaya Surakarta. Kegiatan melalui Program Inovasi Seni Nusantara (PISN) 2026 tersebut memadukan pembelajaran vokal, musikalitas, gerak, penokohan, dan ekspresi dalam satu proses kreatif.

Program bertajuk “Pengembangan Drama Musikal Berbasis Dolanan Bocah sebagai Inovasi Pembelajaran Vokal dan Ekspresi Seni Anak di Sanggar Pratama Budaya Surakarta” tidak hanya berorientasi pada pementasan. Dolanan bocah digunakan sebagai media belajar yang dekat dengan dunia anak melalui permainan, nyanyian, gerak, dan interaksi bersama.

Ketua tim program, Sri Lestariningsih, M.Sn. dari Program Studi Bisnis Musik ISI Surakarta, mengatakan drama musikal tersebut dirancang untuk membangun pengalaman belajar seni yang utuh dan terintegrasi bagi anak. “Perancangan program ini bukan hanya berfokus pada pertunjukan, tetapi membangun pengalaman belajar seni yang utuh dan terintegrasi bagi anak,” ujarnya.

Menurut Sri, pembelajaran melalui drama musikal juga diarahkan untuk mengenalkan tradisi sekaligus mengasah kemampuan vokal, gerak, dan ekspresi anak. Program tersebut diharapkan dapat memperkuat peran sanggar sebagai ruang belajar sekaligus ruang bagi anak untuk mengembangkan dan menampilkan karya seni.

Pembelajaran dilakukan melalui tiga pelatihan yang saling terhubung, yakni vokal lagu dolanan dan tembang macapat, olah ekspresi, penokohan dan dramatik, serta koreografi dan ragam gerak tari. Pada pelatihan vokal, anak-anak menggunakan modul pembelajaran dan berlatih secara langsung dengan panduan gamelan.

Ketiga pelatihan tersebut dirancang sebagai satu rangkaian untuk membangun kemampuan artistik yang dibutuhkan dalam drama musikal. Anak-anak belajar menghubungkan lagu dan vokal dengan gerak, gerak dengan penokohan, serta ekspresi dramatik dengan keseluruhan cerita.

Pengembangan kegiatan juga diperkuat dengan dukungan sarana pembelajaran berupa gamelan gadhon, wireless speaker, kostum, properti tari, dan modul pembelajaran vokal. Sarana tersebut diharapkan dapat menciptakan lingkungan belajar yang mendukung anak untuk berlatih sekaligus mengembangkan karya seni.

Program ini melibatkan tim lintas program studi ISI Surakarta, yakni Nandhang Wisnu Pamenang, S.Sn., M.Sn. dari Program Studi Koreografi Inkuiri dan Halintar Cakra Padnobo dari Program Studi Pedalangan. Kegiatan tersebut juga melibatkan mahasiswa Aji Ramadhan dan Abi Putra Pratama dari Program Studi Etnomusikologi serta Novy Ananta Putri dari Program Studi Tari.

Seluruh proses pembelajaran akan bermuara pada pementasan drama musikal berbasis dolanan bocah di Gedung Wayang Orang Sriwedari, Surakarta, pada 13 September 2026 pukul 10.00 WIB. Pementasan tersebut menjadi ruang bagi anak-anak untuk menerapkan hasil pembelajaran sekaligus memperoleh pengalaman tampil di hadapan publik.

Melalui program PISN 2026, ISI Surakarta berharap Sanggar Pratama Budaya semakin kuat sebagai ruang pendidikan seni nonformal bagi anak. Pendekatan berbasis permainan dan pengalaman langsung memungkinkan anak belajar seni secara lebih dekat dengan dunia mereka, sekaligus mengembangkan kemampuan vokal, musikalitas, gerak, dan ekspresi. (Wiwik)

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....