Gamelan Surakarta Warisan Budaya Jawa

  • 22 Mei 2026 16:43 WIB
  •  Surakarta

RRI.CO.ID, Surakarta - Gamelan Surakarta merupakan salah satu warisan budaya Jawa yang berkembang kuat di lingkungan Keraton Kasunanan Surakarta Hadiningrat. Menurut penelitian dalam jurnal sejarah budaya di laman kementrian kebudayaan, perkembangan gamelan Surakarta tidak dapat dipisahkan dari tradisi Kerajaan Mataram Islam yang menjadikan seni karawitan sebagai bagian penting kehidupan istana.

Sejarah gamelan Surakarta mulai berkembang pesat setelah perpindahan pusat kerajaan dari Kartasura ke Surakarta pada abad ke-18. Dikutip dari jurnal UNY, perpindahan tersebut membawa tradisi seni, sastra, dan musik keraton yang kemudian membentuk identitas budaya khas Surakarta.

Dalam tradisi Keraton Surakarta, gamelan tidak hanya digunakan sebagai hiburan, tetapi juga memiliki fungsi sakral dan spiritual. Gamelan dimainkan dalam upacara adat, ritual keagamaan, penobatan raja, hingga perayaan Sekaten yang menjadi simbol akulturasi budaya Jawa dan Islam.

Gaya permainan gamelan Surakarta dikenal lembut, halus, dan penuh penghayatan estetika. Karakter tersebut mencerminkan filosofi budaya Jawa yang menjunjung keseimbangan, keselarasan, serta tata krama dalam kehidupan masyarakat.

Perkembangan gamelan Surakarta juga melahirkan komunitas seniman karawitan di Kampung Kemlayan, Surakarta. Dalam jurnal “Gamelan di Kemlayan” dari Patrawidya kementrian kebudayaan,, kampung tersebut dikenal sebagai tempat tinggal para abdi dalem niyaga atau pemain gamelan keraton yang berperan besar menjaga tradisi karawitan Jawa.

Berdasar jurnal ISI Surakarta, pada masa pemerintahan Pakubuwono IV, perangkat Gamelan Sekaten di Keraton Surakarta berkembang menjadi dua perangkat gamelan besar. Kondisi itu memunculkan kreativitas musikal para pengrawit dan memperkaya komposisi gending dalam tradisi gamelan Surakarta.

Hingga kini seturut jurnal ampta.ac.id, gamelan Surakarta tetap menjadi simbol identitas budaya Jawa yang diwariskan lintas generasi. Berbagai lembaga seni, keraton, dan akademisi terus melestarikan gamelan sebagai warisan budaya adiluhung yang memiliki nilai sejarah, spiritual, dan pendidikan tinggi.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru

Memuat berita terbaru.....