Mengenal Saron Sebagai Ricikan Penting dalam Ansambel Gamelan Jawa Tradisional

  • 04 Agt 2026 12:55 WIB
  •  Surakarta

RRI.CO.ID, Surakarta - Saron merupakan salah satu ricikan gamelan Jawa yang berperan membawakan balungan sebagai kerangka melodi dalam gending tradisional. Instrumen ini memiliki bilah logam berjumlah enam atau tujuh, dimainkan menggunakan tabuh kayu menghasilkan bunyi nyaring dan tegas.

Setiap bilah saron disusun berdasarkan laras slendro maupun pelog sehingga mampu menghasilkan susunan nada khas gamelan Jawa tradisional. Pemain memukul bilah menggunakan tabuh sambil meredam nada sebelumnya memakai tangan kiri agar suara terdengar bersih harmonis.

Dalam sajian karawitan, saron menjadi penuntun irama dasar sehingga ricikan lain dapat mengikuti alur melodi secara teratur bersama. Kemampuan memainkan saron memerlukan ketelitian, konsentrasi, serta koordinasi tangan agar setiap pukulan menghasilkan keseimbangan musikal yang indah sempurna.

Saron tidak hanya berfungsi sebagai alat musik, melainkan juga menjadi media pembelajaran nilai kebersamaan, disiplin, serta tanggung jawab bersama. Setiap penabuh memahami pentingnya saling mendengarkan sehingga tercipta harmoni musikal mencerminkan filosofi kehidupan masyarakat Jawa yang luhur.

Penelitian kesehatan menunjukkan bahwa mendengarkan maupun memainkan musik gamelan memberikan manfaat psikologis melalui peningkatan relaksasi serta pengurangan kecemasan. Kajian keperawatan Indonesia menjelaskan musik gamelan berpotensi mendukung kesejahteraan mental, fungsi kognitif, serta kualitas hidup masyarakat luas.

Kajian literatur lainnya menjelaskan terapi musik gamelan efektif membantu menurunkan tingkat depresi pada lansia melalui pendekatan nonfarmakologis yang sederhana. Temuan tersebut memperlihatkan bahwa pelestarian gamelan, termasuk saron, memberikan manfaat budaya sekaligus mendukung kesehatan mental masyarakat Indonesia.

Mengenal saron berarti memahami kekayaan warisan budaya Nusantara yang menghubungkan nilai seni, pendidikan, serta kesehatan secara berkelanjutan bersama. Melestarikan ricikan saron akan memperkuat identitas budaya bangsa sekaligus mewariskan kebijaksanaan musikal kepada generasi mendatang dengan penuh kebanggaan.(Aris)

Referensi:

  1. Nurul, N., & Supratman. (2025). Kajian Literatur: Terapi Musik Gamelan untuk Mengurangi Tingkat Depresi pada Lansia di Panti Sosial. Jurnal Ilmiah JKA (Jurnal Kesehatan Aeromedika), 11(1), 122–129.
  2. Hasnah, K., & Nuryanti, A. (2023). Intervensi Musik Gamelan Jawa dalam Meningkatkan Nilai Kognitif pada Lansia dengan Predemensia. Jurnal Kesehatan Kusuma Husada.
google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....