Sekaten 2026 Resmi Dimulai Perkuat Syiar Islam Berbudaya Nusantara

  • 02 Agt 2026 08:50 WIB
  •  Surakarta

RRI.CO.ID, Surakarta - Karaton Surakarta Hadiningrat resmi membuka rangkaian Sekaten Tahun Be 1960/2026 pada Minggu 2 Agustus 2026. Tradisi yang berlangsung sepanjang Agustus ini kembali menegaskan Sekaten sebagai media syiar Islam yang berpadu dengan pelestarian budaya Jawa, sekaligus menjadi ruang pertemuan seni, ekonomi kreatif, dan masyarakat dari berbagai daerah.

Pembukaan Sekaten digelar di Kompleks Pakelaran Karaton Surakarta Hadiningrat mulai pukul 15.30 WIB. Prosesi diawali dengan selamatan sebagai ungkapan syukur, kemudian dilanjutkan seremoni pembukaan yang menandai dimulainya seluruh rangkaian kegiatan.

Ketua Harian Lembaga Dewan Adat (LDA) Karaton Surakarta Hadiningrat, KPH Dr. Eddy Wirabhumi, mengatakan pembukaan menjadi awal dari prosesi adat yang memiliki nilai religius, historis, dan kultural.

"Pembukaan Sekaten dilaksanakan hari Minggu pukul 15.30 WIB di Pagelaran. Diawali dengan selamatan, kemudian dilanjutkan seremoni pembukaan sebagai tanda dimulainya rangkaian Sekaten," ujarnya.

Ia menegaskan masyarakat perlu memahami bahwa Sekaten bukan sekadar identik dengan pasar malam, melainkan memiliki prosesi inti yang telah diwariskan secara turun-temurun.

"Sekaten itu mesti dipahami, tidak hanya perayaan Sekaten, tetapi juga ada acara inti berupa Miyos Gangsa Sekaten, termasuk rangkaian Gunungan Sekaten," katanya.

Penyelenggaraan Sekaten 2026 dilaksanakan berdasarkan dawuh Sampeyandalem Ingkang Sinuhun Kanjeng Susuhunan Pakubuwana XIV. Tradisi tersebut tetap dijalankan sesuai pakem sebagai bentuk penghormatan terhadap warisan leluhur sekaligus menjaga keluhuran budaya bangsa.

Rangkaian prosesi adat akan berlangsung selama satu bulan. Setelah pembukaan pada Minggu 2 Agustus 2026, kegiatan dilanjutkan dengan Jamasan Kyai Guntursari dan Kyai Gunturmadu pada Rabu 12 Agustus 2026. Selanjutnya, Miyosaken Gangsa Sekaten digelar pada Rabu 19 Agustus 2026, disusul pembunyian gamelan pusaka di Bangsal Pagongan Masjid Agung Surakarta hingga Selasa 25 Agustus 2026.

Prosesi ditutup dengan Ngonduraken Gangsa Sekaten dan Hajad Dalem Grebeg Maulud atau Gunungan Sekaten pada Rabu 26 Agustus 2026. Gunungan akan diarak dari Karaton menuju Masjid Agung Surakarta sebagai simbol rasa syukur, berkah, dan kebersamaan.

Selain prosesi adat, masyarakat juga dapat menikmati Pasar Malam Sekaten yang berlangsung pada Sabtu 1 Agustus hingga Minggu 30 Agustus 2026 di kawasan Alun-Alun Utara dan Halaman Masjid Agung Surakarta. Kegiatan tersebut menghadirkan wahana permainan, pelaku UMKM, kuliner, perdagangan tradisional, hingga aktivitas ekonomi kreatif.

Karaton Surakarta Hadiningrat juga menyelenggarakan Sekaten Art Festival 2026 di kawasan Siti Hinggil. Festival ini menjadi wadah bagi sanggar seni, komunitas budaya, pelajar, mahasiswa, hingga masyarakat umum untuk menampilkan kesenian tradisional. Tidak hanya berasal dari Solo Raya, peserta juga datang dari berbagai daerah seperti Jawa Timur dan Jawa Barat sebagai bentuk kolaborasi budaya Nusantara.

Melalui penyelenggaraan Sekaten 2026, Karaton Surakarta Hadiningrat berharap tradisi yang telah berlangsung selama berabad-abad ini terus menjadi sarana syiar Islam, pelestarian budaya, pendidikan bagi generasi muda, serta penggerak sektor pariwisata dan ekonomi kreatif di Kota Surakarta. (Ril/Ase)

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....