Pagelaran Wayang Orang, Wujud Nyata RRI Surakarta Nguri-Nguri Budaya

  • 28 Jul 2026 11:48 WIB
  •  Surakarta

RRI.CO.ID, Surakarta–Radio Republik Indonesia (RRI) Surakarta kembali menunjukkan komitmennya dalam melestarikan seni budaya tradisional melalui penyelenggaraan Pagelaran Wayang Orang. Kegiatan yang digelar di lingkungan RRI Surakarta menjadi salah satu bentuk nyata pelaksanaan fungsi Lembaga Penyiaran Publik dalam menjaga dan mengembangkan warisan budaya bangsa. Di tengah pesatnya perkembangan teknologi dan hiburan modern, RRI tetap memberikan ruang bagi kesenian tradisional agar tetap dikenal, dicintai, dan diwariskan kepada generasi muda.

Ketua Tim Layanan Pengembangan Usaha LPP RRI Surakarta, Sartono Selasa (28 Juli 2026) menjelaskan, pagelaran wayang orang merupakan pertunjukan seni yang memadukan unsur tari, drama, dialog, musik gamelan, tata rias, serta sastra Jawa dalam satu pementasan. Melalui lakon-lakon yang diangkat dari epos Mahabharata maupun Ramayana, masyarakat tidak hanya memperoleh hiburan, tetapi juga pesan-pesan moral mengenai kejujuran, kepemimpinan, keberanian, pengabdian, dan kebijaksanaan. Inilah yang menjadi alasan mengapa Wayang Orang masih relevan dipentaskan di era modern sebagai media pendidikan karakter.

Menurutnya, pelaksanaan pagelaran Wayang Orang di RRI Surakarta juga menjadi wadah bagi para seniman untuk terus berkarya sekaligus membuka ruang regenerasi pelaku seni tradisional. Berbagai komunitas seni, dalang, penabuh gamelan, penari, hingga pemain Wayang Orang dilibatkan dalam setiap pementasan. Kehadiran generasi muda dalam produksi pertunjukan menjadi langkah penting agar kesenian Wayang Orang tetap lestari dan mampu beradaptasi dengan perkembangan zaman tanpa kehilangan nilai-nilai tradisinya.

Selain disaksikan secara langsung, pertunjukan Wayang Orang juga didukung oleh platform siaran radio dan media digital milik RRI sehingga dapat menjangkau masyarakat yang lebih luas. Inovasi tersebut menjadi jawaban atas tantangan digitalisasi, sekaligus memperkuat peran RRI sebagai media publik yang tidak hanya menyampaikan informasi, tetapi juga menjadi pusat pelestarian budaya Indonesia. Melalui pemanfaatan teknologi, nilai-nilai budaya Jawa dapat dinikmati oleh masyarakat lintas daerah bahkan mancanegara.

"Keberhasilan penyelenggaraan pagelaran Wayang Orang di RRI Surakarta tidak terlepas dari dukungan berbagai pihak, mulai dari pemerintah, komunitas budaya, akademisi, hingga masyarakat pecinta seni tradisional. Sinergi tersebut menjadi bukti bahwa pelestarian budaya merupakan tanggung jawab bersama. UNESCO sendiri telah menetapkan Wayang Indonesia sebagai Warisan Budaya Takbenda Dunia sehingga upaya pelestariannya menjadi semakin penting untuk terus dilakukan secara berkelanjutan," kata Sartono.

Melalui pagelaran Wayang Orang, RRI Surakarta membuktikan bahwa media penyiaran publik memiliki peran strategis dalam menjaga identitas budaya bangsa. Kegiatan ini tidak hanya menjadi hiburan berkualitas bagi masyarakat, tetapi juga menjadi sarana edukasi, regenerasi seniman, serta penguatan karakter bangsa melalui nilai-nilai luhur budaya Jawa. Semangat nguri-nguri budaya yang terus diusung RRI Surakarta diharapkan mampu menginspirasi masyarakat untuk terus melestarikan warisan budaya Indonesia sebagai jati diri bangsa di tengah arus globalisasi," pungkasnya. (tono_LPU).

Referensi:

  1. RRI – Wayang Orang RRI Surakarta: https://rri.co.id/surakarta/hiburan/1701279/wayang-orang-rri-surakarta-ramadayapati-penghayatan-nilai-kehidupan
  2. RRI – Jagat Wayang Berbasis Multiplatform: https://rri.co.id/surakarta/regional/2547129/rri-surakarta-luncurkan-program-jagat-wayang-berbasis-multiplatform
  3. Kementerian Kebudayaan Republik Indonesia – Wayang Indonesia: https://kebudayaan.kemdikbud.go.id/ditwdb/wayang-indonesia/
  4. UNESCO – Intangible Cultural Heritage: Wayang Puppet Theatre: https://ich.unesco.org/en/RL/wayang-puppet-theatre-00063
google-preference
Kata Kunci / Tags

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....