Mengenang Sejarah Leluhur,Sri Sultan Hamengku Buwono X Kunjungan ke Sragen

  • 21 Jul 2026 14:59 WIB
  •  Surakarta

RRI.CO.ID,Surakarta - Kunjungan Raja Kasultanan Yogyakarta, Sri Sultan Hamengku Buwono X (Ngarso Dalem), ke Kabupaten Sragen menjadi sebuah momen kebudayaan yang penuh makna. Langkah Ngarso Dalem menapakkan kaki di bumi Sukowati bukan sekadar kunjungan kerja biasa, melainkan sebuah napak tilas spiritual dan historis untuk mengenang perjuangan sang leluhur, Pangeran Mangkubumi (Sri Sultan Hamengku Buwono I), sebelum berdirinya Kasultanan Yogyakarta.

Bagi masyarakat Sragen dan Yogyakarta, kunjungan ini menyegarkan kembali ingatan kolektif bahwa kedua daerah memiliki ikatan darah dan sejarah yang teramat kuat.”Sejarah mencatat bahwa wilayah Sragen yang dahulu dikenal sebagai Bumi Sukowati merupakan basis utama perjuangan Pangeran Mangkubumi saat melawan kompeni Belanda dan perpecahan internal Mataram pada pertengahan abad ke-18 (1746–1755),”ungkap Tri Rahayu sejarawan kepada RRI,(Selasa,21 juli 2026)

Di tanah Sragen inilah Pangeran Mangkubumi mendirikan pusat pemerintahan perlawanan dan mendapat dukungan penuh dari rakyat Sukowati. Dari perjuangan gerilya yang panjang dan penuh strategi di wilayah ini, akhirnya lahir Perjanjian Giyanti (1755) yang menandai berdirinya Kasultanan Ngayogyakarta Hadiningrat.

Dalam kunjungan napak tilas ini, Ngarso Dalem menelusuri sejumlah jejak dan situs peninggalan Pangeran Mangkubumi yang tersebar di wilayah Sragen.”Menyambung Tali Silaturahmi Sejarah dan mengokohkan kembali hubungan kultural antara Keraton Yogyakarta dan Pemerintah Kabupaten Sragen” jelas Johny Adhi kepala Bidang Pembinaan kebudayaan Sragen kepada Aditya Wardhana, Presenter Selasa (21 Juli 2026)

Kunjungan Ngarso Dalem ke Sragen membawa dampak positif yang melampaui aspek sejarah. Momen ini menjadi pijakan awal untuk memperkuat kerja sama lintas daerah di bidang,seperti Pelestarian Cagar budaya, Pendidikan Karakter Budaya serta Penataan dan pemeliharaan situs-situs petilasan Pangeran Mangkubumi di Sragen agar menjadi destinasi wisata sejarah yang representatif.(Aditya Wardhana)

google-preference
Kata Kunci / Tags

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....