Keramik Tanah Liat Tetap Bertahan di tengah Gempuran Produk Plastik

  • 19 Jul 2026 23:07 WIB
  •  Surakarta

RRI.CO.ID, Surakarta- Di tengah maraknya penggunaan peralatan rumah tangga berbahan plastik, kerajinan tanah liat masih mempertahankan eksistensinya di masyarakat. Selain memiliki fungsi praktis, produk berbahan tanah liat dinilai menyimpan nilai budaya, estetika, dan keberlanjutan lingkungan.

Pandangan tersebut diperkuat melalui penelitian dosen Program Studi Seni Keramik Fakultas Seni Rupa dan Desain Universitas Sebelas Maret, Dr. Joko Lulut Amboro, S.Sn., M.Sn., bersama tim peneliti. Penelitian berjudul "The Characteristics of Teapots Made of Plastic and Clay: What Are Their Designs, Functions, and Impacts on the Environment" dipublikasikan dalam IOP Conference Series: Earth and Environmental Science pada 2022.

Penelitian tersebut membandingkan teko berbahan plastik dan tanah liat dari aspek desain, fungsi, serta dampaknya terhadap lingkungan. Hasil kajian menunjukkan bahwa masing-masing material memiliki karakteristik berbeda, namun teko tanah liat menawarkan nilai lebih dari sisi budaya, estetika, dan penggunaan material alami.

Menurut penelitian itu, teko tanah liat dibuat melalui proses pembentukan secara manual oleh perajin dengan teknik yang diwariskan secara turun-temurun. Selain berfungsi sebagai wadah minuman, produk tersebut juga memiliki nilai seni karena setiap karya memiliki bentuk, tekstur, dan karakter yang berbeda.

Dari sisi lingkungan, tanah liat merupakan material alami yang berasal dari alam dan dapat kembali menyatu dengan lingkungan setelah masa pakainya berakhir. Berbeda dengan plastik yang membutuhkan waktu sangat lama untuk terurai apabila tidak dikelola melalui sistem daur ulang yang baik.

Penelitian juga mencatat bahwa keberadaan kerajinan tanah liat tidak hanya berkaitan dengan aspek fungsional, tetapi turut mendukung pelestarian budaya lokal. Proses pembuatan keramik menjadi bagian dari pengetahuan tradisional yang diwariskan antargenerasi dan mencerminkan identitas suatu daerah.

Di tengah perkembangan industri modern, inovasi desain dinilai menjadi salah satu kunci agar produk keramik tetap diminati masyarakat. Pengembangan fungsi, kualitas, dan pemasaran perlu dilakukan tanpa menghilangkan nilai budaya yang menjadi ciri khas kerajinan tanah liat.

Melalui penelitian tersebut, Dr. Joko Lulut Amboro menegaskan bahwa keramik tanah liat masih memiliki relevansi di era modern. Selain mendukung ekonomi kreatif, pemanfaatan material alami juga dapat menjadi bagian dari upaya mendorong gaya hidup yang lebih berkelanjutan dan pelestarian warisan budaya Indonesia. (Wiwik)

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....