Merti Desa Bibis Kulon Padukan Tradisi, Sejarah, dan Wayang Kulit

  • 06 Jul 2026 20:28 WIB
  •  Surakarta

RRI.CO.ID, Surakarta - Tradisi Merti Desa Bibis Kulon di Kelurahan Gilingan, Kecamatan Banjarsari, Surakarta, kembali digelar dengan rangkaian kegiatan budaya yang berpuncak pada pagelaran wayang kulit semalam suntuk berlakon "Jumenengan Puntadewa", Senin 6 Juli 2026 malam.

Pementasan wayang menghadirkan dua dalang dari PEPADI Surakarta, yakni Ki KRT Dr. Bambang Suwarno Sindutanoyo, M.Hum. dan Ki Dr. Rudy Wiratama, S.IP., M.A. Lakon "Jumenengan Puntadewa" dipilih karena dinilai sesuai dengan nilai-nilai budaya dan spiritual yang selama ini menjadi ruh pelaksanaan Merti Desa Bibis Kulon.

Ketua Panitia Merti Desa Bibis Kulon, Tulus Wibowo, mengatakan peringatan Merti Desa tahun ini tidak hanya mempertahankan tradisi leluhur, tetapi juga menghadirkan sejumlah inovasi dalam rangkaian acaranya.

"Pada tahun ini kita mencoba untuk berinovasi dari tahun-tahun kemarin, diawali dengan acara Midodareni dan Umbul Dungo," ujarnya.

Menurut Tulus, rangkaian kegiatan dimulai dari Midodareni dan Umbul Dungo yang dipanjatkan bersama berbagai elemen masyarakat sebagai doa agar seluruh prosesi berjalan lancar. Kegiatan kemudian dilanjutkan dengan sarasehan yang membahas sejarah serta topografi kawasan Bibis Kulon.

Usai sarasehan, panitia menggelar Caus Daharan sebagai simbol rasa syukur kepada Tuhan Yang Maha Esa. Prosesi dilanjutkan dengan Nawu Sendang atau menguras empat sendang bersejarah yang ada di wilayah Bibis Kulon, kemudian bancakan, kirab seni budaya, hingga kenduren yang melibatkan warga dari RW 16 hingga RW 21.

"Kirab seni dan budaya ini adalah kita bersama-sama dengan warga dari RW enam belas sampai dengan RW dua puluh satu nyengkuyung guyub rukun," katanya.

Ia menjelaskan, lakon "Jumenengan Puntadewa" dipilih berdasarkan masukan dari PEPADI karena dinilai memiliki unsur "kawahyon" atau wahyu kepemimpinan yang sesuai dengan filosofi Merti Desa dan tradisi pementasan wayang yang diwariskan para leluhur.

Sementara itu, Ketua Umum PEPADI Surakarta, Prof. Dr. Sarwanto, M.S., S.Kar., M.Hum., mengatakan kerja sama antara PEPADI dan panitia Merti Desa Bibis Kulon telah terjalin selama lima tahun terakhir dan terus berkembang.

"PEPADI Surakarta sebagai ujung tombaknya seni pertunjukan khususnya wayang sudah selama lima tahun bekerja sama dengan panitia Merti Desa di Bibis Kulon," ucapnya.

Ia menambahkan, pada penyelenggaraan tahun ini PEPADI menghadirkan konsep pertunjukan yang lebih artistik dengan kemasan prosesi budaya, termasuk tari Gambyong serta tata iringan yang menyertai setiap tahapan acara.

Sarwanto juga mengapresiasi tingginya antusiasme masyarakat terhadap Merti Desa Bibis Kulon. Menurutnya, kegiatan tersebut semakin semarak dari tahun ke tahun, baik dari sisi partisipasi warga maupun kualitas penyelenggaraan, sehingga menjadi bukti bahwa tradisi budaya lokal tetap hidup dan berkembang di tengah masyarakat. (Ase)

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....