Karaton Surakarta Luruskan Mitos Labuhan Wajib Bulan Suro

  • 06 Jul 2026 13:21 WIB
  •  Surakarta

RRI.CO.ID, Surakarta - Anggapan bahwa prosesi labuhan di Karaton Surakarta Hadiningrat harus selalu dilaksanakan pada bulan Suro ditegaskan tidak sesuai dengan pakem adat.

Pengageng Sasana Wilapa Karaton Surakarta Hadiningrat sekaligus Ketua Lembaga Dewan Adat (LDA) Karaton Surakarta Hadiningrat, GKR Koes Moertiyah Wandansari, M.Pd., atau Gusti Moeng, menyatakan tidak ada ketentuan adat yang mewajibkan pelaksanaan labuhan pada bulan Suro.

Menurut Gusti Moeng, masyarakat Jawa memang memaknai bulan Suro sebagai momentum yang sarat nilai spiritual. Berbagai tradisi seperti tirakat, doa bersama, hingga resik-resik lazim dilakukan pada bulan tersebut sesuai kebiasaan masing-masing daerah.

Namun, dalam pakem Karaton Surakarta Hadiningrat, prosesi labuhan tidak dikaitkan dengan bulan tertentu. Hal itu juga tercantum dalam naskah-naskah yang tersimpan di Sasana Pustaka.

"Di dalam adat Karaton tidak ada waton bahwa labuhan harus dilaksanakan pada bulan Suro. Hal itu juga dapat dilihat pada naskah-naskah di Sasana Pustaka," ujarnya, Minggu 5 Juli 2026 malam.

Ia menjelaskan, labuhan merupakan prosesi adat yang dilakukan ketika terdapat pusaka atau benda tertentu yang berdasarkan ketentuan adat memang harus dilabuhkan. Karena itu, pelaksanaannya bersifat kondisional dan menyesuaikan kebutuhan prosesi.

"Karaton bisa melakukan labuhan setiap saat apabila memang ada barang yang harus dilabuh. Jadi tidak harus menunggu bulan Suro," katanya.

Gusti Moeng berharap masyarakat memahami bahwa tidak semua tradisi Karaton Surakarta berkaitan dengan bulan Suro. Meski bulan tersebut memiliki makna penting sebagai waktu refleksi dan penguatan nilai spiritual dalam budaya Jawa, pelaksanaan upacara adat tetap berpedoman pada pakem yang berlaku.

"Pakem adat menjadi pedoman utama dalam penyelenggaraan setiap upacara Karaton. Karena itu, pelaksanaan labuhan didasarkan pada ketentuan adat dan kebutuhan prosesi, bukan karena harus bertepatan dengan bulan Suro," ujarnya. (Ril/Ase)

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....