Sukaria Jawa Jawi, Upaya Museum Mengenalkan Wellness Berbasis Kearifan Lokal
- 27 Jun 2026 16:44 WIB
- Surakarta
RRI.CO.ID, Surakarta - Festival Sukaria Jawa Jawi 2026 menjadi momentum bagi UPTD Museum Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kota Surakarta untuk menghadirkan museum sebagai ruang budaya yang hidup dan dekat dengan masyarakat. Melalui festival ini, museum tidak lagi dipandang hanya sebagai tempat menyimpan benda-benda bersejarah, tetapi juga sebagai ruang belajar dan mengalami nilai-nilai budaya Jawa secara langsung.
Kepala UPTD Museum Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kota Surakarta, Bonita Rintyowati, SS, MM ,Kamis 25 Juni 2026 mengatakan konsep Sukaria Jawa Jawi sengaja dirancang dengan pendekatan yang berbeda dari festival budaya pada umumnya. "Kami ingin menghidupkan kembali fungsi museum sebagai ruang edukasi dan pengalaman budaya,” kata Bonita.
Berbagai kegiatan seperti workshop jamu, pengenalan perawatan tradisional, hingga pemahaman filosofi Jawa dihadirkan agar masyarakat dapat merasakan manfaat budaya dalam kehidupan sehari-hari. “Masyarakat tidak hanya datang melihat koleksi, tetapi juga belajar bahwa budaya Jawa menyimpan nilai-nilai kesejahteraan dan kesehatan yang masih relevan hingga sekarang," ujarnya.
Menurut Bonita, budaya Jawa sejak dahulu memiliki konsep wellness yang kuat, mulai dari tradisi minum jamu, penggunaan rempah-rempah, laku hidup seimbang, hingga praktik-praktik yang bertujuan menjaga kesehatan fisik dan batin. Nilai-nilai tersebut menjadi kekayaan budaya yang perlu dikenalkan kembali kepada generasi muda.
"Kami berharap masyarakat semakin memahami bahwa warisan budaya bukan sekadar peninggalan masa lalu, karena Budaya Jawa memiliki pengetahuan dan praktik yang dapat menjawab kebutuhan masyarakat modern, termasuk tentang kesehatan dan keseimbangan hidup,"ucapnya
Melalui Sukaria Jawa Jawi, museum juga berupaya memperkuat posisi Solo sebagai kota budaya yang tengah mengembangkan diri menuju Solo Wellness City 2030. Festival ini menjadi jembatan untuk memperkenalkan bahwa budaya Jawa tidak hanya memiliki nilai historis, tetapi juga dapat menjadi bagian dari gaya hidup sehat dan sumber kesejahteraan masyarakat.
Selain menjadi sarana edukasi budaya, penyelenggaraan Sukaria Jawa Jawi juga membuka ruang bagi keterlibatan komunitas dan pelaku UMKM berbasis budaya. Ke depan, UPTD Museum berharap festival ini dapat menjadi agenda tahunan yang memperkuat peran museum sebagai pusat kebudayaan sekaligus mendukung terwujudnya Solo sebagai kota wellness berbasis kearifan lokal. (Wiwik)
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....