Jamasan Pusaka di Karanganyar Jadi Simbol Jati Diri Daerah
- 03 Jul 2026 21:27 WIB
- Surakarta
RRI.CO.ID, Karanganyar - Pemerintah Kabupaten Karanganyar menegaskan komitmen menjaga warisan leluhur melalui Prosesi Jamasan Pusaka Kyai Pamot dan Kyai Jaran Bigar. Tradisi adiluhung tersebut digelar secara khidmat di halaman belakang Rumah Dinas Bupati Karanganyar pada Kamis malam.
Acara ini dibuka resmi oleh Bupati Karanganyar, Rober Christanto, dengan didampingi oleh jajaran Organisasi Perangkat Daerah serta tokoh masyarakat setempat. Prosesi tahunan ini dipadati oleh para budayawan dan warga yang ingin menyaksikan langsung penyucian benda bersejarah tersebut.
Bupati Karanganyar menyatakan jamasan pusaka bukan sekadar tradisi seremonial membersihkan benda kuno semata. Kegiatan ini memiliki makna mendalam sebagai bentuk penghormatan terhadap sejarah dan nilai perjuangan para leluhur daerah.
"Pusaka bukan hanya benda bersejarah, tetapi simbol jati diri, semangat, dan karakter masyarakat Karanganyar. Yang kita rawat malam ini bukan hanya pusakanya, melainkan juga nilai-nilai luhur yang terkandung di dalamnya agar terus menjadi pedoman bagi generasi sekarang maupun generasi yang akan datang," ujar Bupati.
Prosesi adat yang berlangsung khidmat ini menggunakan air khusus yang melambangkan simbol penyucian diri bagi manusia. Sementara itu, Pusaka Kyai Pamot dan Kyai Jaran Bigar sendiri menjadi simbol dari kebijaksanaan serta keteguhan mengemban amanah.
Rober Christanto juga mengajak seluruh elemen masyarakat, khususnya generasi muda, untuk terus menjaga dan membanggakan identitas budaya lokal. "Kemajuan daerah yang modern harus tetap berjalan beriringan dengan fondasi karakter kebudayaan yang kuat," ujarnya.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....