Gelar Kirab 1 Suro Bersamaan, Seluruh Pihak Diharapkan Jaga Kondusivitas
- 09 Jun 2026 17:22 WIB
- Surakarta
RRI.CO.ID, Surakarta - Peringatan malam 1 Suro Tahun Jawa 1960 di Keraton Surakarta kembali diwarnai pelaksanaan kirab pusaka oleh dua pihak. Pihak Pakubuwono XIV Purbaya dan Pelaksana Keraton Solo, KGPH Panembahan Agung Tedjowulan sama-sama akan menggelar Kirab Pusaka 1 Suro pada Selasa 16 Juni 2026 malam.
Pengageng Sasana Wilapa PB XIV Purbaya, GKR Timoer Rumbay, mengatakan seluruh kegiatan yang dilaksanakan pihak Pakubuwono XIV Purbaya merupakan bagian dari dawuh dalem atau titah raja. Karena itu, pihaknya tetap akan menjalankan prosesi sesuai paugeran yang berlaku di Keraton Surakarta.
Menurut GKR Timoer, apabila ada pihak lain yang ingin bersama-sama mengikuti prosesi sesuai dawuh dalem PB XIV, pihaknya tidak mempermasalahkan. Bahkan hal tersebut dinilai dapat menjadi momentum untuk membangun kebersamaan.
"Ketika mereka ingin melakukan acara Suro juga, kalau mereka ingin bersama-sama dengan kita sesuai dawuh dalem PB XIV, monggo kami sambut, tidak masalah. Itu akan menjadi momen baik untuk kita bisa berjalan bersama-sama," ujar GKR Timoer, Selasa 9 Juni 2026.
Ia mengakui sejumlah titik prosesi yang akan dilalui merupakan lokasi yang sama, termasuk kawasan Kamandungan dan jalur keluarnya pusaka. Karena itu, potensi pertemuan antarpeserta kirab tidak dapat dihindari.
"Pasti kita akan bertemu di situ. Dan ketika kita bertemu di situ saya berharap tidak akan ada gesekan apa pun karena kami hanya menjalankan sesuai paugeran dan dawuh raja," katanya.
Sebelumnya, Ketua Eksekutif Lembaga Dewan Adat (LDA), KPH Eddy Wirabhumi, menegaskan pihaknya akan tetap melaksanakan tradisi 1 Suro sesuai penanggalan yang selama ini digunakan. Ia menyebut peringatan tersebut telah diselenggarakan selama puluhan tahun dan menjadi bagian dari agenda budaya nasional.
Menurut Eddy, perbedaan yang ada seharusnya tidak mengurangi nilai sakral tradisi malam 1 Suro. Ia berharap seluruh pihak dapat mengedepankan suasana yang sejuk dan saling menghormati.
"Bagaimana beberapa pihak ini disatukan dalam momen yang sama, hari, tanggal, dan jam yang sama, dengan suasana yang baik. Acara yang sakral jangan sampai diwarnai tindakan atau ucapan yang jauh dari spirit sakral itu," ujarnya.
Iajuga menilai keterlibatan pemerintah diperlukan untuk menjaga agar pelaksanaan tradisi tetap berada dalam koridor budaya serta menjadi ruang dialog yang beradab apabila muncul perbedaan pandangan. Menurutnya, peringatan 1 Suro merupakan bagian dari warisan budaya yang perlu dijaga bersama.
Baik pihak Pakubuwono XIV Purbaya maupun LDA sama-sama mengajak masyarakat, abdi dalem, dan sentana dalem untuk menghormati seluruh rangkaian upacara adat. Dengan demikian, pelaksanaan Kirab Pusaka 1 Suro dapat berlangsung aman, tertib, dan tetap menjunjung tinggi nilai-nilai budaya Jawa. (Reza)
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....