Warga Lereng Merapi Sidorejo Kemalang Klaten Gelar Mapak Suran Kirab Pager Banyu

  • 14 Jun 2026 22:45 WIB
  •  Surakarta

RRI.CO.ID, Klaten — Kelompok Tani Hutan (KTH) Deles Indah Desa Sidorejo, Kecamatan Kemalang, Kabupaten Klaten menggelar Mapak Suran Kirab Pager Banyu di Kampung Siluman Minggu 14 Juni 2026. Kegiatan yang dilakukan berupa penanaman pohon di kawasan tersebut sebagai daerah resapan air. Kampung Siluman sendiri merupakan sebuah perkampungan yang hilang akibat diterjang erupsi Gunung Merapi pada tahun 1930.

Kirab Pager Banyu tersebut dihadiri langsung oleh Bupati Klaten Hamenang Wajar Ismoyo, Kepala Dinas Kebudayaan, Kepemudaan, Olahraga, dan Pariwisata Purwanto, serta Kepala Dinas Sosial, Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, Pengendalian Penduduk, dan KB Puspa Enggar Hastuti yang sekaligus ikut melakukan penanaman pohon. Kegiatan ini mengangkat tema "Merawat Tradisi, Menjaga Alam, Mengalirkan Kehidupan".

Tokoh masyarakat setempat, Jenarto, kepada wartawan mengatakan bahwa Kirab Pager Banyu ini sudah dilaksanakan untuk keenam kalinya. Kegiatan utamanya berfokus pada konservasi dengan melibatkan berbagai pihak.

“Sebenarnya kegiatannya konservasi, seperti menanam dan membersihkan belik-belik (mata air) yang ada di sekitar Kampung Siluman. Tadi yang kita tanam antara lain kemuning, dadap serep, pasang, dan sarangan. Jenis tanaman tersebut di sini sudah mulai jarang,” kata Jenarto, Minggu.

Jenarto menyebutkan tanaman jenis tersebut sangat baik untuk mengikat air. Sementara itu, lokasi penanaman masuk dalam kawasan Taman Nasional Gunung Merapi.

Bupati Klaten Hamenang Wajar Ismoyo menyambut gembira adanya gelaran Mapak Suran Kirab Pager Banyu tersebut. Menurut Bupati, aksi penanaman pohon oleh masyarakat merupakan wujud nyata dalam menjaga kelestarian alam dan ketersediaan air.

“Kirab Pager Banyu ini sebagai wujud bagaimana warga masyarakat menjaga kelestarian alam dan memastikan kawasan itu tetap terjaga sebagai daerah tangkapan air,” ujarnya.

Hamenang berharap Klaten yang dikenal sebagai Kota Seribu Mata Air kondisinya dapat terus terjaga dengan baik. Ia juga meminta keterlibatan dari berbagai pihak untuk menjaga daerah resapan air, tidak hanya warga di sekitar hutan, tetapi juga masyarakat dari wilayah hulu, tengah, hingga hilir.

Mapak Suran Kirab Pager Banyu ditandai dengan kirab gunungan hasil bumi dan gunungan tanaman. Kirab ini diikuti oleh puluhan warga yang berjalan kaki dari perkampungan menuju Kampung Siluman dengan jarak kurang lebih satu kilometer.

Acara tersebut juga dimeriahkan dengan berbagai gelar budaya, salah satunya tarian khas daerah setempat yaitu tari gedruk Merapi. Sebelum puncak acara, di lokasi yang sama juga sempat digelar sarasehan Kirab Pager Banyu. (Adam Sutanto)

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru

Memuat berita terbaru.....