Kirab Gunungan Hasil Bumi Wujud Syukur dan Pelestarian Tradisi Lereng Lawu
- 09 Jun 2026 23:35 WIB
- Surakarta
RRI.CO.ID, Karanganyar – Trah Stamanan kembali menyelenggarakan Pesta Kemarau Lawu pada Sabtu 6 Juni 2026. Perhelatan budaya tahunan yang digelar sebagai ungkapan rasa syukur kepada Tuhan Yang Maha Esa atas limpahan hasil bumi, keselamatan, dan keberkahan yang diterima masyarakat di kawasan lereng Gunung Lawu.
Kegiatan ini dilaksanakan di Cemara Kandang dan Bancolono, Kabupaten Karanganyar Menjadi ruang pertemuan antara tradisi, spiritualitas, dan kebersamaan masyarakat dalam menjaga warisan budaya lokal, seturut rilis yang RRI terima dari panitia pesta kemarau Lawu 2026.
Trah Stamanan merupakan komunitas persaudaraan yang tumbuh dari ikatan pertemanan, kebersamaan, dan semangat gotong royong yang telah terjalin lama. Nama “Stamanan” merujuk pada nama kawasan yang dahulu dikenal sebagai Stamanan, yaitu sebutan lama wilayah yang kini lebih dikenal sebagai Cemara Kandang.
Nama tersebut melekat sebagai bagian dari sejarah lokal dan identitas sosial masyarakat yang pernah bermukim dan beraktivitas di kawasan tersebut. Puncak kegiatan ditandai dengan Kirab Gunungan Hasil Bumi, sebagai simbol rasa syukur atas hasil pertanian dan rezeki yang diberikan selama satu tahun.
Gunungan tersebut kemudian diperebutkan oleh masyarakat sebagai lambang berkah, harapan, dan doa untuk kemakmuran bersama. Selain kirab, rangkaian acara Pesta Kemarau Lawu 2026 juga menghadirkan berbagai pertunjukan seni tradisi, di antaranya Tari Srimpi, Reog, Gamelan Wayang Sampah bersama Ki Lawu Warta, Perkusi, Musik Lesung, serta berbagai ekspresi budaya lainnya yang mencerminkan kekayaan seni Nusantara.
Acara juga diisi dengan doa bersama dan berbagai prosesi budaya, Termasuk Umbul Dongo, Chaos Dahar, Gebyur Badek Nyi Godrah, serta ditutup dengan penampilan Mantram Bumi oleh Dewan Pakar Asosiasi Seniman Tari Surakarta yaitu Fajar Satriadi sebagai refleksi spiritual atas hubungan manusia dengan alam dan Sang Pencipta.
Melalui Pesta Kemarau Lawu, Trah Stamanan berharap nilai-nilai kebersamaan, rasa syukur, serta kecintaan terhadap budaya dan alam dapat terus hidup dan diwariskan kepada generasi mendatang. Ini penting agar adat istiadat budaya slalu melekat dihati seluruh masyarakat. (Ril/Indah)
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....