Se.daya.di.surakarta Jadikan Budaya Sebagai Lokomotif Pembangunan Bangsa
- 30 Jul 2026 15:26 WIB
- Surakarta
RRI.CO.ID, Surakarta – Upaya memperkuat identitas daerah melalui pendekatan seni, budaya, dan tradisi terus digalakkan di Kota Surakarta. Melalui platform aktivasi Se.daya.di.surakarta, kebudayaan didorong agar mampu menjadi lokomotif utama pembangunan bangsa sekaligus menjawab tantangan geopolitik dan bonus demografi tahun 2030.
Inisiator Se.daya.di.surakarta, Paulus Mintarga, menjelaskan kehadiran platform ini berawal dari kegelisahan terhadap situasi global. Menurutnya, potensi keragaman budaya Indonesia sangat luar biasa dan berpeluang menjadi kekuatan utama jika dimaknai serta digarap secara kolektif.
"Sedayadi ini adalah satu platform aktivasi berbasis seni, budaya, dan tradisi yang menjadi lokomotif utama untuk pembangunan Indonesia. Kita ingin mengajak kolaborator menciptakan karya transformatif agar budaya melampaui fokus lainnya," ujar Paulus saat memberikan sambutan dalam Sosialisasi Program Se.daya.di.surakarta, di Taman Balekambang, Kamis, 30 Juli 2026.
Paulus menambahkan, platform Sedayadi berpegang pada tiga pilar utama yakni berawal, berproses, dan berdaya.
Pada tahap awal di Solo, pihaknya mengangkat filosofi Loro Blonyo yang mencerminkan keselarasan, keseimbangan, serta harmoni hidup yang akan dipamerkan dalam Pekan Se.daya.di.surakarta di Taman Balekambang pada November mendatang.
Menanggapi inisiatif tersebut, Wali Kota Surakarta, Respati Ardi, menyatakan dukungan penuh terhadap agenda seni, budaya, dan tradisi yang memiliki nilai edukasi tinggi. Ia menilai Kota Solo saat ini sedang bertransformasi dari pembangunan infrastruktur fisik menuju pembangunan infrastruktur sumber daya manusia.
"Kita sedang bertransformasi untuk infrastruktur sumber daya manusia supaya kota ini tetap seimbang. Maka dari itu, kita membutuhkan event yang tidak hanya ramai pengunjung, tetapi event yang meaningful dan ada edukasinya sebagai identitas kota," kata Respati Ardi.
Respati menambahkan, penguatan budaya dan pariwisata sejalan dengan visi Surakarta sebagai Wellness City 2030. Pemerintah Kota Surakarta juga mempersilakan para seniman dan budayawan memanfaatkan fasilitas publik seperti amfiteater Taman Balekambang untuk memberikan dampak nyata bagi perekonomian warga. (Dania)
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....