Ketua DPC Harpi Melati Surakarta Ajak Perias Kembali ke Pakem Tradisonal

  • 19 Mei 2026 18:55 WIB
  •  Surakarta

RRI.CO.ID, Surakarta - Ketua Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Himpunan Tata Rias Pengantin Indonesia (Harpi) Melati Surakarta periode 2026-2031, Setyaningrum, menegaskan komitmennya untuk terus melestarikan pakem tata rias pengantin tradisional Jawa. Komitmen ini dinilai krusial di tengah perkembangan tren rias modern yang semakin pesat.

Usai dilantik di Gedung Wanita Sasana Krida Kusuma, Manahan, pada Selasa 19 Mei 2026, Setyaningrum mengatakan bahwa visi dan misi organisasi akan tetap berfokus pada pelestarian budaya, khususnya tata rias pengantin Indonesia beserta adat istiadatnya.

Menurutnya, Harpi Melati Surakarta akan terus nguri-uri (merawat) budaya Jawa dan memajukannya melalui inovasi yang tetap sesuai dengan pakem organisasi. Langkah ini diambil karena perkembangan tata rias pengantin saat ini mengalami banyak perubahan, di mana sebagian perias mulai meninggalkan nilai filosofi dan aturan dasar tradisional.

"Kini masih banyak perias maupun masyarakat yang belum memahami bahwa setiap tata rias pengantin memiliki makna filosofi yang harus dijaga. Karena itu, Harpi Melati Surakarta akan terus memberikan edukasi kepada para perias maupun masyarakat agar tidak meninggalkan esensi budaya dalam tata rias pengantin," kata Setyaningrum.

Ia menambahkan, tantangan terbesar saat ini datang dari tren tata rias modern yang banyak diminati, terutama oleh konsumen di luar Kota Solo. Meski demikian, pihaknya optimis edukasi tentang pentingnya pakem tata rias tradisional tetap bisa diterima masyarakat.

Saat ini, DPC Harpi Melati Surakarta memiliki sekitar 130 anggota aktif. Dari jumlah tersebut, sekitar 70 persen didominasi oleh perias senior, sedangkan sisanya merupakan generasi muda yang mulai bergabung dalam organisasi.

Ketua Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Himpunan Tata Rias Pengantin Indonesia (Harpi) Melati Surakarta periode 2026-2031, Setyaningrum (Foto; RRI/ SF)

Pada kesempatan yang sama, Wakil Wali Kota Surakarta, Astrid Widayani, menegaskan bahwa kepengurusan baru memiliki tanggung jawab besar untuk membawa organisasi semakin profesional dan bermanfaat bagi masyarakat. Harpi Melati dinilai memiliki peran strategis sebagai organisasi profesi yang tidak hanya bergerak di bidang tata rias, tetapi juga menjadi garda terdepan dalam menjaga warisan budaya Jawa sebagai identitas Kota Solo.

"Pemkot Surakarta mendukung penuh keberadaan Harpi Melati, terutama dalam meningkatkan kompetensi anggota melalui pelatihan, sertifikasi, inovasi, dan adaptasi terhadap perkembangan industri kecantikan tanpa meninggalkan nilai budaya lokal," ujar Astrid.

Astrid berharap Harpi Melati mampu memperkuat kolaborasi dengan pemerintah, pelaku UMKM, sektor pariwisata, serta ekonomi kreatif. Sinergi ini diharapkan dapat berkontribusi terhadap pertumbuhan ekonomi daerah sekaligus mempromosikan budaya hingga tingkat internasional. SF

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....