Tren Pernikahan Berubah, HARPI Melati Solo Soroti Tantangan Perias
- 21 Apr 2026 12:35 WIB
- Surakarta
RRI.CO.ID, Surakarta - Perubahan tren pernikahan menjadi tantangan tersendiri bagi perias pengantin di Kota Surakarta. DPC Himpunan Ahli Rias Pengantin Indonesia (HARPI) Melati Kota Solo menilai minat terhadap prosesi adat lengkap mulai menurun.
Ketua DPC HARPI Melati Kota Solo, Setyaningrum, mengatakan perias pengantin memiliki tugas tidak hanya merias, tetapi juga mengedukasi calon pengantin terkait pentingnya tradisi.
“Di ahli rias pengantin sendiri itu kan ada pakem-pakem yang harus dijalani oleh calon pengantin agar ke depannya bisa berujung kebahagiaan,” katanya kepada rri.co.id, Selasa 21 April 2026.
Ia menjelaskan, saat ini banyak calon pengantin memilih konsep yang lebih sederhana dan praktis. Hal tersebut membuat sejumlah tahapan adat mulai ditinggalkan.
“Hal-hal seperti prosesi lamaran, siraman, sampai midodareni itu semakin ke sini semakin dihilangkan karena melihat kepraktisan,” ucapnya menjelaskan.
Setyaningrum menambahkan, kondisi ini menjadi tantangan besar bagi perias pengantin untuk tetap menjaga nilai budaya. Perias dituntut mampu memberikan pemahaman kepada masyarakat.
“Makanya tugas kita ini berat, karena harus mengedukasi agar calon pengantin mau menjalani prosesi adat tersebut,” ujarnya.
HARPI Melati Solo terus mendorong pelestarian budaya dalam prosesi pernikahan. Upaya ini diharapkan mampu menjaga eksistensi adat di tengah perubahan tren masyarakat. (Reza/MI)
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....