Tari Bedhaya Alumni ISI Surakarta Meriahkan Klaten Menari
- 04 Mei 2026 07:38 WIB
- Surakarta
RRI.CO.ID, Klaten - Gelaran Klaten menari di komplek Candi Prambanan Klaten Mingu 3 Mei 2026 berlangsung meriah. Kegiatan tersebut melibatkan ratusan penari Klaten dan di meriahkan para penari maestro baik level nasional maupun internasional.
Pada perhelatan budaya tersebut juga tampil para penari senior asal Surakarta. Sembilan penari wanita alumni Institut Seni Indonesia (ISI) Surakarta tersebut menampilkan tarian Bedhaya lala
Ita Wijayanti salah seorang penari Bedhaya kepada RRI.CO.ID, mengatakan merasa senang dapat ikut serta dalam gelaran Klaten Menari tahun 2026.
"Kami merasa gembira dan senang bisa menjadi bagian dalam Klaten Menari. Semoga ini menjadi bagian dari turut melestarikan seni budaya khususnya tari," kata Ita Wijayanti, Minggu 3 Mei.
Dikatakan tarian bedhaya Lala merupakan tarian klasik jawa yang penuh makna. Harapannya melalui gelaran Klaten Menari dan Hari Tari Sedunia seni budaya para penari muda akan memahami makna dari tarian klasik tersebut.
"Bedhaya Lala (atau Êla-êla) adalah salah satu bentuk tarian klasik Jawa jenis Bedhaya yang ditarikan oleh sembilan penari wanita, yang juga tercatat dalam naskah kuno. Tari ini berakar dari tradisi kraton (seperti Surakarta), seringkali dikaitkan dengan rekonstruksi tari masa PB IV dan VI, serta mengeksplorasi konsep rasa dan estetika Jawa," katanya.
Ia juga mengatakan tarian tersebut merepresentasikan nilai filosofis tinggi, seringkali berkaitan dengan kesucian tubuh dan kehendak Tuhan.
Ketua Forum Silaturahmi Sanggar Tari Kabupaten Klaten Mohammad Qoyim menyebutkan gelaran budaya yang berlangsung di komplek Taman Wisata Candi Prambanan tersebut dalam rangka Hari Tari Sedunia. Kegiatan sehari tersebut menampilkan kurang lebih 850 penari dari 24 sanggar yang ada di Kabupaten Klaten.
"Ini bagian dari upaya melestarikan seni budaya. Pesertanya diperkirakan 850 penari dari 24 sanggar tari," katanya.
Pada kesempatan itu juga tampil sembilan penari maestro di Jawa Tengah seperti halnya Darmasti dan Sri Setyoasih dari Surakarta. (Adam/MI)
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....