Solo Menari 2026 Dimeriahkan Tarian dan Penari Daerah-daerah

  • 30 Apr 2026 01:57 WIB
  •  Surakarta

RRI.CO.ID, Surakarta - Ajang pagelaran tahunan, Solo Menari kembali digelar sebagai perayaan Hari Tari Dunia. Sama dengan tahun sebelumnya, pada tahun 2026 ini, Solo Menari juga dimeriahkan penari-penari asal daerah lain.

Salah satunya penari berdarah Bali yang sudah menetap di Kota Solo, Ni Luh Leica Masayu Arta Negari. Aksinya membawakan tari Condong Legong Lasem di atas panggung Solo Menari 2026 pada Rabu, 29 April 2026 ini mampu memukau tamu undangan hingga Wakil Wali Kota, Astrid Widayani.

Ditemui setelah menunjukkan tariannya, Ni Luh Leica Masayu Arta Negari menceritakan bahwa dirinya memang sedari kecil ingin sekali membawakan tari ini untuk dipentaskan pada Hari Tari Dunia.

"Kebetulan saya sendiri waktu kecil sudah pengen banget nari ini dan kebetulan saya punya kesempatan ada kenalan guru, jadi saya latihan tari ini terus bisa dipentaskan di Hari Tari Dunia," kata Ni Luh Leica Masayu Arta Negari.

Meskipun bukan penampilan perdananya, namun pada Solo Menari 2026, pelajar yang masih duduk di bangku Sekolah Menengah Atas Negeri (SMAN) 5 Solo ini tetap mempersiapkan aksinya dengan baik. Ni Luh Leica Masayu Arta Negari selalu melakukan latihan fisik dengan jogging untuk mengatur pernapasannya.

Ditambahkan Ni Luh Leica Masayu Arta Negari, dirinya juga masih merasa tegang saat berada di atas panggung. Hal itu lantaran melihat banyaknya penonton yang melihat aksinya berada di atas panggung.

"Saya deg-degan sih sebetulnya karena antusias penontonnya juga bagus, terus juga panggungnya menarik. Jadi kaya ada hawanya sendiri tuh buat tampil ger gitu rasanya," katanya menambahkan.

Tidak hanya Ni Luh Leica Masayu Arta Negari, Aurel salah satu penari asal Bandung yang hadir kedua kalinya di Solo Menari 2026 ini juga terlihat energik saat menampilkan tarian kolosal bersama ribuan penari lain di titik nol Kota Solo.

Hadir bersama sembilan temannya, Aurel merasa senang bisa kembali memeriahkan Solo Menari. Meskipun sudah berlatih hingga kurang lebih dua minggu, namun menurutnya menjaga kekompakan menjadi kendala yang paling besar dihadapi.

"Kalau untuk tampil di panggung berlatih satu minggu, kalau misal yang kolosal berlatih dua minggu. Kesulitan mungkin waktu menjaga kekompakan atau saat melatih kekompakan," ucap Aurel.

Dengan banyaknya penari-penari muda asal daerah lain, Solo Menari 2026 mampu membawa seni tari terus berkembang dan menjadi daya tarik wisata ataupun ekonomi kreatif di Indonesia maupun Solo.

Bagi Pemerintah Kota Surakarta sendiri, Solo Menari bukan sekadar agenda tahunan, tetapi bisa menjadi bagian dari strategi pembangunan berbasis budaya, menguatkan karakter kota, menggerakkan ekonomi, sekaligus mempererat kohesi sosial. (JK)

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru

Memuat berita terbaru.....