Kolaborasi Keraton dan Solo Safari Lestarikan Tradisi Grebeg Syawal
- 28 Mar 2026 16:37 WIB
- Surakarta
RRI.CO.ID, Solo - Tradisi Grebeg Syawal di Solo Safari menjadi bentuk pelestarian budaya melalui kolaborasi dengan Keraton Surakarta, Sabtu, 28 Maret 2026. Kegiatan ini menghadirkan perpaduan antara budaya tradisional dan destinasi wisata modern.
Prosesi Grebeg Syawal menghadirkan gunungan ketupat yang dibagikan kepada pengunjung. Tradisi ini memiliki makna simbolis sebagai wujud saling memaafkan setelah Idulfitri.
Perwakilan Keraton Surakarta, KGPH Dipokusumo, menjelaskan Grebeg Syawal merupakan tradisi yang telah berlangsung sejak lama. Tradisi ini terus dilestarikan sebagai bagian dari warisan budaya.
“Ini bagian dari pelestarian nilai sejarah dan budaya, sekaligus memberi makna simbolis seperti ketupat yang melambangkan ‘ngaku lepat’ atau mengakui kesalahan sebagai wujud saling memaafkan,” ucapnya.
Sementara itu, General Manager Solo Safari, Miyana Harikna, menilai kolaborasi ini tidak hanya melestarikan budaya tetapi juga meningkatkan daya tarik wisata. Berbagai atraksi tambahan juga disiapkan untuk mendukung kegiatan tersebut.
“Kegiatan ini memang rutin dilaksanakan setiap tahun sebagai bagian dari tradisi Keraton Surakarta. Kami juga menambahkan berbagai atraksi dan edukasi agar pengunjung mendapatkan pengalaman wisata yang lebih lengkap,” ujarnya.
Kolaborasi ini diharapkan mampu menjaga tradisi tetap hidup di tengah masyarakat. Selain itu, kegiatan ini juga mendorong penguatan sektor pariwisata berbasis budaya di Solo. (Ryan Assyidiqi)
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....