Nyadran Keraton Surakarta Madura Perkuat Diplomasi Sejarah
- 18 Feb 2026 17:17 WIB
- Surakarta
RRI.CO.ID, Surakarta - Karaton Surakarta Hadiningrat menegaskan diplomasi kebudayaan lintas wilayah melalui kirab sadranan dan napak tilas sejarah di Pamekasan, Jawa Timur, Senin 16 Februari 2026. Kegiatan tersebut dipandang sebagai langkah merawat memori sejarah sekaligus memperkuat hubungan genealogis Surakarta dan Madura.
Kirab dilaksanakan oleh rombongan resmi utusan Pakubuwono XIV Hangabehi yang dipimpin GKR Koes Moertiyah Wandansari selaku Pengageng Sasana Wilapa dan Ketua Lembaga Dewan Adat. Sekitar 65 orang terlibat, terdiri atas sentono dalem, abdi dalem, prajurit, hingga ulama Karaton.
Selain kirab, rombongan juga menyerahkan hasil alih aksara dan alih bahasa naskah perjalanan utusan Surakarta ke Madura kepada Pemerintah Kabupaten Pamekasan sebagai referensi sejarah dan pelestarian warisan budaya.
Hubungan dinasti Surakarta dan Madura telah terjalin sejak abad ke-18, terutama pada masa Pakubuwono IV yang memiliki permaisuri dari trah Cakra Adi Ningrat. Dari garis tersebut lahir penerus penting tahta seperti Pakubuwono V, Pakubuwono VI, hingga jalur genealogis yang melahirkan Pakubuwono IX.
Wakil Bupati Pamekasan, Sukriyanto, menyampaikan apresiasi atas kehadiran utusan Karaton Surakarta.
“Atas nama Pemerintah Kabupaten Pamekasan dan seluruh masyarakat, kami menyampaikan terima kasih dan penghormatan setinggi-tingginya kepada rombongan utusan Karaton Surakarta Hadiningrat serta para keturunan trah Cakra Adi Ningrat yang telah hadir dan melaksanakan kegiatan budaya di Pamekasan,” ujarnya.
Ia menambahkan pemerintah daerah siap mendukung keberlanjutan kegiatan serupa.
“Kami siap membuka ruang dan mendukung kegiatan ini secara berkelanjutan, serta berharap kirab dan napak tilas ini dapat menjadi bagian dari agenda budaya resmi daerah yang memperkuat hubungan genealogis, sejarah, dan budaya bagi generasi mendatang,” katanya.
Karaton menilai kirab sadranan bukan sekadar seremoni, melainkan ikhtiar menjaga kesinambungan sejarah dan identitas budaya. Kegiatan tersebut juga menjadi sarana diplomasi budaya untuk memperkuat persaudaraan lintas wilayah antara Surakarta dan Madura bagi generasi kini dan masa depan. (Ril/Ase)
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....