Harga kacang Kedelai Pasar Tradisional di Kota Solo Berangsur Turun.

  • 30 Jun 2026 19:45 WIB
  •  Surakarta

RRI.CO.ID, Surakarta: Penurunan harga kedelai dirasakan disejumlah pasar tradisional di kota solo setelah sempat menyentuh Rp 12.000 perkilogram kini harga kedelai berangsur turun menjadi Rp11.500 perkilogram dalam empat hari terakhir ini.

Salah seorang Pedagang kacang kedelai impor dari Ameraika serikat Heru Triyanto menuturkan penurunan harga dipicu mulai meredanya konflik di kawasan Timur Tengah yang sebelumnya mempengaruhi harga komoditas impor.

Meski harga turun kondisi permintaan belum menunjukkan peningkatan yang berarti.

" Permintaan masih biasa saja. belum ada kenaikan .pangsa pasar juga belum stabil," katanya, Selasa 30 Juni 2026.

Heru mengaku setiap hari meyediakan stok kedelai sekitar 7 kwintal hingga 1 Ton. namun penjualan rata rata hanya mencapai sekitar 150 kg perhari.Pembeli umumnya mengambil dalam jumlah berfareasi mulai 20 kilogram, 30 - 50 kg.

Sementara itu pedagang grosir kedelai di pasar Legi, Solo Widakdo mengatakan harga kedelai impor saat ini relatif stabil. Ia menjual kedelai eceran seharga Rp11.000 perkilogram, Sedangkan untuk pembelian minimal 50 kg dibandrol Rp10.500 perkilogram.

"Volume permintaan kedelai di tingkat grosir mencapai sekitar 10 ton dalam kurun 10 hari," kartanya.

Disisi lain ,mulai menurunnya harga kedelai impor dari Amerika Serikat sebagai bahan baku tempe tahu membuat produsen di Tegal Mulyo, Mojosongo,Solo sekaligus penjual tahu tempe di Pasar legi Solo Parni mengaku masih mengurangi ukuran ketebalan tahu buatannya.

Hal itu dilakukan untuk menekan biaya produksi agar usaha tetap bertahan dan menghasilkan untung. Pasalnya produsen tahu tempe sulit menaikkan harga jual produknya meski harga kedelai berangsur turun .

"Sekarang bertahan hanya dengan mengurangi takaran ,Harga tetap biasa .mengurangi takaran yang biasanya 10 kg kini hanya 9kg kedelai.pengurangan takaran masak membuat tahu dan tempe menjadi tipis," katanya.

Kenaikan harga kedelai dan plastik juga berpengaruh terhadap omzetnya. Apalgi parni memilih tidak menaikkan harga produk tahu dan tempe.ia masih menjual ukuran kecil isi 10 biji seharga Rp3000 dan ukuran besar seharag Rp 5.000.(SF/Ase))

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....