Olah Sampah Organik Rumah Tangga, Kurangi Timbunan dan Hasilkan Kompos
- 16 Sep 2026 09:21 WIB
- Surakarta
RRI.CO.ID, Surakarta- Sampah rumah tangga masih menjadi persoalan lingkungan yang perlu ditangani dari sumbernya. Pengolahan sampah organik secara mandiri di rumah menjadi salah satu langkah sederhana untuk mengurangi timbulan sampah sekaligus menghasilkan kompos yang bermanfaat bagi tanaman.
Berdasarkan data Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan, sekitar 40 persen komposisi sampah nasional didominasi sampah organik. Sampah tersebut antara lain berasal dari sisa makanan, sayuran, kulit buah, dan aktivitas dapur sehari-hari.
| Baca juga: Umpan Alami Penjebak Tikus Paling Efektif |
Langkah awal pengolahan dilakukan dengan memilah sampah organik dari sampah anorganik. Sisa sayuran, kulit buah, dan sisa makanan dipisahkan agar tidak tercampur plastik, kaca, maupun bahan lain yang dapat mengganggu proses pengomposan.
Sampah organik kemudian dicacah menjadi ukuran lebih kecil untuk membantu mempercepat proses penguraian. Setelah itu, bahan dimasukkan ke dalam wadah komposter yang memiliki sirkulasi udara agar proses pengomposan dapat berlangsung dengan baik.
Bahan organik basah perlu diseimbangkan dengan bahan kering, seperti daun gugur, serbuk kayu, atau sekam padi. Penambahan bahan kering membantu menjaga kelembapan, mengurangi bau, serta menciptakan kondisi yang mendukung proses penguraian.
Proses pengomposan umumnya berlangsung sekitar tiga hingga empat minggu, bergantung pada suhu dan tingkat kelembapan bahan. Selama proses tersebut, tumpukan bahan perlu dibalik secara berkala, setidaknya seminggu sekali, untuk menjaga ketersediaan oksigen.
Kompos yang telah matang ditandai dengan warna cokelat kehitaman, bertekstur gembur menyerupai tanah, dan tidak lagi mengeluarkan bau menyengat. Hasil pengolahan tersebut dapat dimanfaatkan sebagai pupuk alami untuk tanaman hias maupun tanaman pangan.
Pengolahan sampah organik dari rumah menjadi salah satu cara mengurangi sampah yang berakhir di tempat pemrosesan akhir. Kebiasaan memilah dan mengolah sampah sejak dari rumah juga dapat memberi nilai manfaat baru dari sisa aktivitas sehari-hari sekaligus mendukung kelestarian lingkungan. . (Faizal Hariri/Magang UIN)
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....