Komunitas Kuliner Ekonomi Kreatif Klaten

  • 04 Sep 2026 20:12 WIB
  •  Surakarta

RRI.CO.ID, Surakarta - Berbicara Klaten, pasti yang langsung muncul di benak kita adalah umbulnya yang segar dan kulinernya yang legendaris. Di balik kelezatan kuliner Klaten yang makin hari makin variatif, ada pergerakan keren dari para pelaku industri kreatifnya yang saling bersinergi.

Adalah sebuah Komunitas Kuliner Ekonomi Kreatif Klaten. Komunitas kuliner ekonomi kreatif Klaten mulai dihimpun sekitar 2–3 tahun lalu. Awalnya beranggotakan sekitar 100 pelaku usaha, dan kini berkembang menjadi lebih dari 200 anggota dari 26 kecamatan di Kabupaten Klaten.

“ Mengumpulkan pelaku usaha kuliner agar dapat saling mendukung, memperoleh pelatihan, memperluas pemasaran, serta mendapatkan akses terhadap berbagai program dan fasilitas pemerintah maupun pihak swasta,' kata Koordinator Sub Sektor Kuliner Ekonomi Kreatif Kabupaten Klaten Martini, di acara Obrolan Komunitas RRI Surakarta yang dipandu Manggala Putra.

Klaten memiliki beragam produk kuliner dan sumber daya alam yang dapat dikembangkan. Beberapa produk yang disoroti antara lain kopi lokal dan keripik gedebok pisang, yang memanfaatkan bahan yang sebelumnya kurang bernilai menjadi produk pangan bernilai ekonomi.Komunitas aktif mengadakan cooking class, live cooking, pelatihan packaging, pemasaran digital, dan legalitas usaha. Legalitas seperti NIB dan sertifikasi halal dinilai penting agar produk dapat masuk ke pusat oleh-oleh maupun pasar yang lebih luas.

Produk anggota dipasarkan secara offline dan online, termasuk melalui pusat oleh-oleh, fasilitas Kantor Pos Klaten, marketplace, media sosial, dan kegiatan pameran. Penggunaan media sosial dan live selling juga terus didorong.

Komunitas pernah menggandeng lembaga keuangan untuk membantu pelaku UMKM memperoleh akses pembiayaan. Menurut Martini, pelaku UMKM tidak sebaiknya berjalan sendiri. Bergabung dalam komunitas membuka akses terhadap informasi, pelatihan, jaringan pemasaran, kolaborasi, dan peluang usaha.

Selain modal, pelaku usaha menghadapi perubahan selera konsumen dan perkembangan teknologi. Karena itu, konsistensi kualitas produk sekaligus inovasi menjadi kunci. Inovasi dianjurkan tanpa meninggalkan identitas atau produk utama yang sudah dikenal pelanggan.Komunitas ini mulai berkolaborasi dengan kalangan mahasiswa dan pihak akademik untuk membantu UMKM beradaptasi dengan perkembangan teknologi dan pola bisnis generasi muda.

Komunitas berharap pemerintah menyediakan ruang khusus bagi UMKM Klaten, seperti pusat oleh-oleh sekaligus ruang produksi, pelatihan, promosi, dan pemasaran yang dapat menjadi wadah pengembangan produk unggulan Klaten. Martini menekankan bahwa keberhasilan UMKM membutuhkan konsistensi, tanggung jawab, keberanian mempromosikan produk, serta pemanfaatan media sosial. Masyarakat juga diharapkan bangga membeli dan ikut mempromosikan produk kuliner lokal Klaten. ( Ria )

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....