Peningkatan Pelayanan Pendidikan Melalui Seragam Sekolah
- 08 Sep 2026 21:47 WIB
- Surakarta
RRI.CO.ID, Surakarta - Pendidikan merupakan salah satu pelayanan dasar yang sangat penting dalam membangun kualitas generasi penerus. Berbagai upaya terus dilakukan untuk meningkatkan mutu dan pelayanan pendidikan, termasuk dalam pemenuhan kebutuhan peserta didik di sekolah.
Seragam sekolah bukan hanya sekadar pakaian yang digunakan peserta didik saat mengikuti kegiatan belajar mengajar. Seragam juga berkaitan dengan identitas, kedisiplinan, kesetaraan, serta kenyamanan siswa dalam menjalani aktivitas pendidikan.
“ Program ini merupakan kebijakan perdana Pemkab Boyolali yang dibiayai murni dari APBD, Pada tahun ajaran 2026/2027, bantuan menyasar sekitar 20.609 siswa kelas 1 SD dan kelas 7 SMP, baik sekolah negeri maupun swasta, “ ucap Agung Nugroho, S.E., M.M (Kabid SD Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Boyolali) saat Bincang Pagi RRI Surakarta yang dipandu Riandani Surya.
| Baca juga: PAUD Jadi Pondasi Penting Masa Depan Anak |
Untuk siswa SD, bantuan seragam diberikan dalam bentuk pakaian jadi, terdiri dari seragam nasional, pramuka, dan batik Boyolali. Sementara siswa SMP memperoleh kain seragam untuk dijahit sesuai kebutuhan dan model siswa.Selain seragam, siswa juga memperoleh LKS gratis.
SD mendapatkan delapan buku LKS, sedangkan SMP mendapatkan 11 buku. Tujuan utama program adalah meringankan beban ekonomi orang tua, terutama saat tahun ajaran baru, sekaligus meningkatkan kesetaraan, kenyamanan, motivasi, dan kesiapan siswa dalam belajar.
Sementara itu, Kepala SD Negeri 1 Kemiri, Marsono, S.Pd menyambut positif program tersebut. Di sekolahnya, 52 siswa kelas 1 telah menerima bantuan. Menurutnya, orang tua dan siswa sangat antusias karena sebelumnya seragam dan LKS harus dibeli secara mandiri.
Program ini juga diharapkan dapat mengurangi potensi pungutan atau praktik bisnis seragam di sekolah, karena kebutuhan dasar siswa sudah disediakan pemerintah dan diberikan secara merata tanpa membedakan kondisi ekonomi keluarga. Pengadaan seragam sekolah ini dilakukan melalui mini kompetisi dalam e-katalog dengan proses penawaran yang terbuka.
Pemerintah juga melakukan pengawasan terhadap kualitas, ukuran, dan distribusi barang. Jika ukuran seragam tidak sesuai, barang dapat diganti.Distribusi bantuan dilakukan secara bertahap. Pada tahap awal bantuan diserahkan di Kecamatan Boyolali dan Mojosongo, kemudian dilanjutkan ke kecamatan lainnya. Pemerintah menargetkan distribusi selesai pada akhir September 2026.
Secara keseluruhan, kebijakan ini dipandang sebagai langkah positif dalam meningkatkan pelayanan pendidikan, mengurangi kesenjangan sosial, dan membantu keluarga memenuhi kebutuhan sekolah anak. Seragam gratis bukan sekadar pemberian pakaian, tetapi merupakan bentuk intervensi pemerintah untuk mengurangi beban orang tua, menciptakan kesetaraan antarsiswa, meningkatkan kesiapan belajar, serta mencegah munculnya pungutan atau praktik bisnis seragam di lingkungan sekolah. ( Ria )
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....