Modus Penipuan Dana Hibah Mencatut Nama Majelis Ulama Indonesia

  • 27 Jun 2026 16:59 WIB
  •  Surakarta

RRI.CO.ID, Surakarta - Eksploitasi nama lembaga keagamaan untuk melancarkan aksi penipuan finansial kembali memakan korban di ruang siber. Kali ini, sekelompok oknum memanfaatkan platform Facebook dengan menyebarkan pengumuman palsu terkait pembagian insentif modal.

Melalui akun tiruan “Bantuan Majelis Ulama Indonesia”, pelaku mengunggah sebuah pamflet visual yang menjanjikan kucuran dana segar. Mereka meyakinkan para peselancar dunia maya bahwa program bantuan hibah ini bersifat gratis dan tanpa dipungut biaya sepeser pun.

Mendeteksi adanya potensi bahaya siber, Tim Pemeriksa Fakta Mafindo langsung melakukan peninjauan terhadap aspek legalitas akun. Hasilnya dipastikan palsu, sebab interaksi resmi milik MUI di jagat Facebook hanya dilayani melalui akun tunggal “muipusat”.

Langkah verifikasi seketika diperluas dengan melacak rekam jejak program bantuan tersebut pada sistem pengarsipan mesin pencari Google. Hasilnya nihil; tidak ada satu pun dokumen maupun pernyataan resmi dari otoritas terkait yang membenarkan adanya bagi-bagi dana hibah tersebut.

Mengutip laman TurnBackHoax, Penyamaran pelaku akhirnya terbongkar secara telak setelah Tim Pemeriksa Fakta membedah karakteristik visual pamflet menggunakan perangkat deteksi Hive Moderation. Ditemukan adanya rekayasa AI.

Aplikasi pemindai digital tersebut mengonfirmasi bahwa gambar yang digunakan pelaku bukan merupakan dokumentasi riil. Visual brosur penawaran tersebut valid merupakan produk rekayasa teknologi kecerdasan buatan (artificial intelligence) dengan tingkat akurasi mencapai 97,2 persen.

Sinergi fakta ini menegaskan bahwa segala bentuk klaim pendaftaran bantuan yang digaungkan akun Facebook liar tersebut murni merupakan konten tiruan (impostor content). Publik diharapkan makin selektif dalam mencerna informasi keuangan dan selalu mengabaikan tawaran dari kanal-kanal non-kredibel.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....